Tuesday, 13 March 2018

Soal Universitas Putra Batam, Nampat Silangit Kembali Lakukan Kasasi


Nampat Silangit.
Dinamika Kepri, Batam - Setelah menang di tingkat banding, Nampat Silangit dalam perkara gagal wisuda,  kembali menggugat Universitas Putra Batam dengan mengajukan Kasasi ke Pengadilan Negeri (PN) Batam dengan materi perbuatan melanggar hukum (PMH), Selasa (13/3/2018).

Langkah hukum ini kata dia dilakukannya, karena berkas hasil selama ia mengenyam kuliah di Universitas Putra Batam, belum juga diberikan oleh pihak Putra Batam, padahal sesuai perintah dari pengadilan harusnya berkas tersebut, harus diberikan kepadanya, namun tidak diindahkan pihak Putra Batam dengan beralasan kepadanya bahwa berkas itu sudah dimusnahkan.

"Putusan ditingkat banding sudah Inkrah dan pengadilan telah memerintahkan agar pihak universitas memberikan berkas yang saya minta itu diberikan kepada saya, namun sampai saat ini tidak diberikan. Alasan pihak Putra Batam kepada saya bahwa berkas tersebut telah dimusnahkan," kata Nampat Silangit.

Menurutnya pemusnahaan berkas tersebut, adalah suatu perbuatan melanggar hukum.

" Enggak bisa dong begitu, jangan seenak saja mereka main musnahkan berkas milik orang lain. Kalau memang benar dimunasnakan, mana berita acaranya? Dan kenapa sebelumnya saat sidang di PN Batam berkas itu dijadikan barang bukti. Lah, katanya dimusnakan, tapi dijadikan barang bukti, mana yang benar? Nah,  makanya saya Kasasikan karena pemusnahan berkas itu adalah suatu tindakan perlakuan melanggar hukum," ucap dia lagi dengan wajah ekspresi penasaran.

Menurut dia lagi, bukan hanya pihak universitas Putra Batam yang digugatnya, beberapa hakim di PN Batam,  juga telah dilaporkannya terkait berkas tersebut.

"Bukan pihak Putra Batam saja, beberapa Hakim di PN Batam ini juga sudah saya laporkan," terangnya.

Lanjut dia,  para hakim tersebut dilaporkan nya karena mengaminkan berkas yang sudah dimusnahkan dijadikan barang bukti.

"Kan aneh,  kata pihak Putra Batam berkas saya itu telah dimusnahkan, tapi kenapa saat sidang, berkas jadi ada dan malah jadikan barang bukti. Nah, mana yang benar?  Tidak hanya itu, setelah menang ditingkat banding, berkas itu kembali saya minta namun tidak diberikan pihak universitas dengan alasan telah dimusnahkan. Mendengar alasan itu saya tidak terima dan akhirnya melakukan kasasi ini," ucapnya.

Nampat Silangit  di tahun 2013 adalah mantan mahasiswa di Falkutas hukum di Universitas Putra Batam. Dia gagal di Wisuda karena berbagai alasan dari pihak Universitas.

Bukan hanya dia,  10 mahasiswa lainnya juga mengalami hal yang sama. Namun dalam kegagalan wisuda tersebut, hanya Nampat Silangit yang terus berjuangkan agar dia bisa di wisuda. Namun tidak direspon oleh pihak Universitas Putra Batam, sehinga proses demi proses hukum hingga ke Mahkamah Agung, dilakukannya.

Nampat Silangit mengaku dirinya di Dropout ( DO ) tahun 2013 karena menggugat Universitas Putra Batam di Komisi Informasi Publik (KIP) dan akhirnya menang.

Putusan dari sidang KIP tersebut harapnya saat itu, bisa membuat universitas dapat segera mengeluarkan nilai dan mewisudanya. Namun sikon berkata lain, kemenangannya di KIP itu malah membuatnya di drop out (DO) dari Universitas Putra Batam. (Ril)