Wednesday, 21 March 2018

Sidang Praperadilan Gugat Ditpolairud Polda Kepri dan BC Batam, Saksi Ani Farida: Itu Bukan Lahan Pemohon

 
{[["☆","★"]]}

Sidang praperadilan gugatan Yohannes Juko Suwarno (YJS) terhadap BC Batam dan Ditpolairud Polda Kepri. 

Dinamika Kepri, Batam -  Sidang praperadilan gugatan Yohannes Juko Suwarno (YJS) terhadap BC Batam (termohon 2) dan Ditpolairud Polda Kepri (termohon 1) hari ini, Rabu (21/3/2018) pagi, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam dengan sidang agenda pembuktian dokumen penggeledahan, penyitaan dan mendengarkan keterangan saksi dari pihak penggugat.

Pada sidang ini hakim tunggal, Taufik Nainggolan meminta para pihak untuk memberikan bukti -bukti surat, baik bentuk visual gambar maupun yang sudah tercetak.

Hal tersebut dilakukan untuk melengkapi dan membuktikan dokumen secara ril dan akurat tanpa ada rekayasa dalam persidangan.

Baca jugaDi Replik, Termohon 2 BC Batam Nilai Kuasa Hukum YJS Tidak Memahami UU Kepabeanan

Adapun dalil-dalil gugatan dari pemohon YJS dalam hal ini, melalui penasehat hukumnya Agus Amri dan Anan Yuliardi Chaidir menyatakan bahwa penyitaan yang dilakukan pihak Ditpolda Kepri, tidak sah karena dalam sidang ini tidak dapat dibuktikan surat izin penggeledahan maupun penyitaan.

Setelah pembuktian surat-surat selesai dilakukan, sidang dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan 2 orang saksi dari pihak penggugat, Yudo Iman Bintoro dan Musta.

Dalam keterangan saksi, Musta mengaku kenal dekat dengan penggugat dan menyewa lahan miliknya. Tak hanya itu, saksi Musta juga mengaku penggugat juga rekan bisnisnya.

Sedangkan keterangan saksi Yudo Iman Bintoro, kepada hakim mengaku baru kenal 2 bulan dengan YJS.

Perkenalannya kepada YJS hanya sebatas patner bisnis barang -barang hotel melalui iklan di internet.

Baca jugaDitpolairud Polda Kepri dan BC Batam Mentahkan Dalil Gugatan Yohanes Juko Suwarno

Lanjut saksi, barang yang diamankan Ditpolairud Polda Kepri dari YJS tersebut, sebelumnya ia beli dari Batamindo III tanpa invoice seharga Rp 350 juta dan menjualnya kembali kepada YJS seharga Rp 400 juta.

Beda dengan pengakuan saksi Ani Farida SH. Kepada hakim saksi Ani yang dihadirkan pihak termohon 1 mengatakan lahan tersebut adalah miliknya yang dibelinya tahun 2016 dari Saminah/ Kasim.

Saksi juga membantah dalil penasehat hukum pemohon yang menyatakan bahwa tahah tersebut adalah milik Yohannes Juko Suwarno.

Sampai berita ini dimuat pada pukul 14 :15 Wib, sidang praperadilan ini masih berlansung.(Ril)