Tuesday, 6 March 2018

Ir.Wira Putra Sar Silalahi: Pemakzulan Gubernur Kepri itu Salah Kaprah


Ir.Wira Putra Sar Silalahi (kanan).

Dinamika Kepri, Batam - Menanggapi tentang pernyataan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Senin (5/3) seperti dilansir Batamtoday.com bahwa DPRD Kepri menyatakan akan menggulirkan hak interpelasi (pemakzulan) terhadap Gubernur Kepri Nurdin Basirun sebagai bentuk rasa kekecewaan dan amburadulnya sistem administrasi Pemerintahan Provinsi Kepri, dan sikap Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang dinilai tidak menginginkan adanya seorang wakil Gubernur (Wagub) Kepri, kata Ir.Wira Putra Sar Silalahi, adalah hal yang salah kaprah.

"Menurut saya itu salah kaprah namanya, kenapa? Jangan karena sudah merasa sebagai anggota DPRD Kepri, lantas jadi seenak menyalahkan Gubernur. Apa-apa selalu menyalahkan tampa melihat konteksnya. Kita juga tahu bahwa yang melakukan pemilihan Wagub itu adalah DPRD Kepri. Yang menyampaikan hasilnya ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) juga DPRD Kepri, namun mengapa ketika Wagub tak kunjung dilantik, DPRD Kepri malah menyalahkan Gubernur, oh itu tidak bisa, harusnya intropeksi dan bertanya kepada diri sendiri, kenapa sampai saat ini Wagub tak kunjung dilantik, bukan malah menyalahkan Gubernur," ucap Ir.Wira Putra Sar Silalahi kepada media di saat waktu senggangnya, Selasa (6/3/2018) siang di sekitaran Batam Center.

Menurutnya, menyalahkan Gubernur dengan beralasan Wagub Kepri tak kunjung dilantik adalah merupakan suatu alasan yang berlebihan dan sangat tidak mendasar.

"Masyarakat Kepri juga mengetahui kenapa bisa seperti ini, dan bukan membela, karena sesuai tupoksinya, Gubernur Nurdin Basirun sudah melakukan tugasnya yaitu dengan merekomendasikan dua calon kandidat kepada DPRD Kepri sebelumnya, namun DPRD tidak dapat melakukannya, malah melakukan aklamasi terhadap satu calon, terus salahnya Gubernur dimana? Ibarat bola, saat ini bola itu telah ditangan Mendagri, nah, harusnya DPRD Kepri mendesak Mendagri, bukan malah saling menyalahkan dengan menyalahkan Gubernur," ucapnya menanggapi.

Tak hanya itu, Wira juga mengatakan, jika Gubernurnya aktif dan energik tentunya peran Wagub tidak perlu dibutuhkan.

"Kalau saya mengatakan, Wagub itu hanya bumper saja, kenapa? Ya memang perannya tidak ada, apalagi  Gubernurnya energik seperti Nurdin Basirun, untuk apa? waktunya juga sudah makin sedikit. Belum lagi akan menghadapi protes-protes yang datang dari masyarakat, itu pasti, pasti akan gugat sana, gugat sini, terakhirnya kelamaan berurusan dan entah kapan jadinya dilantik. Nah kita kembali bertanya lagi, itu karena ulah siapa? Seandainya DPRD Kepri awalnya mampu mencalonkan dua kandidat Wagub saat itu, pasti tidak begini ceritanya. Bukannya intropeksi, malah menyalahkan Gubernur," kata dia lagi.

Sebelum mengakhiri, Wira juga berharap agar DPRD Kepri dan Pemerintah Provinsi Kepri bisa senantiasa tetap bersinergi untuk membangun Kepri, dan tidak menjadikan polemik Wagub ini menjadi ajang saling salah menyalahkan.(Ag)