Tuesday, 27 March 2018

Diduga Mempekerjakan Anak di Bawah Umur, Direktur PT Tugas Mulia Dilaporkan ke Polisi



Romo Pascal (kiri) saat memimpin rapat. 

Dinamika Kepri, Batam – Para aktivis Kemanusian di kota Batam melaporkan Direktur PT Tugas Mulia ke polisi karena diduga mempekerjakan anak di bawah umur.

Perempuan berinisial JR Direktur PT Tugas Mulia itu sebelumnya pada tanggal 20 Maret 2018 lalu telah dilaporkan ke Polda Kepri. Laporan tersebut sesuai Nomor LP-B/27/III/2018/SPKT-Kepri, tertanggal 20 Maret 2018.

Tampak seorang wartawan tengah mengamati kantor yang dahulunya pernah PT Tugas Mulia berkantor.

Direktur PT Tugas Mulia inisial JR tersebut dilaporkan oleh para aktivis yang tergabung dari berbagai lembaga yang konsen terhadap permasalahan perempuan dan anak di Batam, di antaranya aktivis dari Rumah Faye, Yayasan Embun Pelangi, Gerhana, Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri, LIBAK, Linus, Dunia Viva Wanita, dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Batam.

Dugaan tindak pidana perdagangan orang itu awalnya ditemukan oleh aktivis yang tergabung dalam Jaringan Peduli Migran, Perlindungan Perempuan Dan Anak Kota Batam dengan korban anak perempuan berinisial MS (16).

Korban MS diduga direkrut oleh PT Tugas Mulia dan diperlakukan tidak adil.

"Menurut pengakuan korban MS asal dari Flores, NTT itu, sekitar awal 2016 ia lalu tiba di Batam karena diajak oleh pamannya dan dijanjikan membantu menjaga anak pamannya. Tapi pamannya yang bekerja sebagai petugas lapangan di PT Tugas Mulia bukannya membawa MS sampai ke rumahnya, karena setelah tiba di bandara Hang Nadim, si paman langsung membawa ponakannya MS ke tempat Ia bekerja dan mempekerjakan MS di PT Tugas Mulia. Saat itu tahun 2016  MS masih berumur 14 tahun. Sekarang 2018. Berarti umurnya sekarang 16 tahun. Dan masih kategori anak-anak,” kata pria yang biasa disapa sebagai Romo Pascal, Selasa (27/3/2018) sore, kepada awak media.

Lanjut Romo, sebelum bekerja, MS dan beberapa orang lainnya dibaptis oleh terlapor JR. Gayung bersambung, MS pun bekerja sejak 2016. Selama sekitar dua tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga, MS mengaku kepada aktivis tidak pernah diberikan gaji. Singkat cerita, terkuaknya masalah itu, ketika MS meminta pulang ke kampung halamannya dan meminta gajinya beberapa waktu lalu. JR sebagai pemberi kerja terkesan mengabaikan. Hingga pada akhirnya, MS dan keluarga meminta perlindungan hukum pada aktivis sebelum ke meja polisi.

“Jadi sebelum kami melaporkan, kami gelar internal bersama teman-teman aktivis. Dan setelah dilihat, saudari JR jelas dan patut diduga mempekerjakan anak di bawah umur. Dan ini kan pidananya jelas,” jelas Romo.

Lebih jelas dikatakan Romo, dalam laporan polisi tersebut JR  selaku terlapor, diduga telah melanggar pasal 2, 6, 16, 17 Undang-undang nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Dan pasal 83, 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Menurut kami patut diduga telah dengan sadar, tahu dan mau memperkerjakan anak di bawah umur dan mengeksploitasinya. Nah, sekarang MS masih kami amankan bersama keluarga,” tambahnya.

Para aktivis ini berharap, pihak penyidik atas dugaan kasus tersebut segera menentukan status hukum JR sebagai terlapor. Dan berharap, status hukumnya dinaikan dari terlapor menjadi tersangka. Sebab, aktivis berkeyakinan, JR melanggar sesuai pasal tersebut. Dan Para aktivis mengutuk keras atas perlakukan tersebut.

Sementara itu, wartawan menghubungi JR melalui ponsel guna konfimasi juga tidak aktif.

Ketika disembangi di kantornya di alamat Komp. Orchid Park Blok C1 No. 190 Batam Center, terlapor juga tidak ditemukan. Bahkan kondisi rumah sesuai alamat, terlihat seperti telah lama ditinggal oleh penghuninya.

Sekedar diketahui, PT Tugas Mulia selama ini memang kerap menjadi buah bibir orang khusus permasalahan masalah ketenaga kerjaan.

Menurut penelusuran wartawan media ini di goolge dengan kata kunci ‘PT Tugas Mulia Batam’ terdapat berbagai informasi tentang permasalahan, mulai dari tidak bayar gaji, dan berbagai hal. Bahkan, dalam penelusuran di google tersebut, kerap kali dilaporkan dan bersentuhan dengan hukum.(Ril)