Thursday, 15 March 2018

Demi Profesional, Jonni Pakkun: Sebelum Munas, AJO Indonesia akan Gelar UKW

 

Ketua AJO Indonesia DPD Kepri, Jonni Pakkun saat memberikan keterangan kepada awak media.

Dinamika Kepri,  Jakarta - Ketua DPD Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Provinsi Kepulauan Riau, Jonni Pakkun mengatakan, sebelum Musyawarah Nasional (Munas) AJO indonesia dilaksanakan, pihaknya terlebih dahulu akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi para pewarta yang tergabung di AJO Indonesia.

"Sebelum Munas AJO Indonesia digelar, para pewarta yang tergabung di dalam AJO Indonesia terlebih dahulu akan mengikuti UKW. Untuk pesertanya sendiri kuotanya ada kisaran 20-40 orang. Sedangkan untuk tim penguji nantinya dari LPDS maupun lainya yang mampu menjadi penguji," ucap Jonni Pakkun di Cafe Kebun saat musyawarah anggota, Kamis sore (15/03/2018).

Rencananya, UKW tersebut akan digelar di Jakarta, tepatnya pada tanggal 19-20 Mei 2018 mendatang.

Lanjut dia, untuk saat ini AJO Indonesia belum bisa melakukan uji kompetensi sendiri meskipun di struktur kepengurusan DPP terdapat beberapa nama yang sudah lulus uji kompetensi namun mereka itu belum mendapat mandat untuk menjadi penguji.

"Ada beberapa nama yang sudah lulus kompetensi tetapi belum punya mandat menjadi penguji. Tapi itu nantilah, tunggu usai Munas dulu. Selain itu, materi UKW wartawan online yang sedang disiapkan oleh DPP AJO Indonesia masih menunggu disahkan oleh Dewan Pers. Lalu setelah nanti disahkan, barulah organisasi kita bisa melakukan UKW secara internal," ucap Jonni Pakkun.

Lanjut sosok pria yang akrab disapa bang JP ini menegaskan, uji kompetensi sangat perlu dilakukan guna menciptakan agar anggota-anggota AJO Indonesia khususnya di Kepri, lebih profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai jurnalis di lapangan, dan memiliki intelektualitas lebih dan bertanggung jawab.

"UKW sangat perlu dilakukan agar anggota AJO Indonesia Kepri lebih profesional nantinya dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Jurnalis," jelas JP yang juga sebagai salah satu pengusaha Bos Kopi di Indonesia ini.

Tak hanya itu,  JP juga menyerukan agar para anggota AJO Indonesia senantiasa selalu bersama dalam membangun organisasi ke arah yang lebih modern, peka terhadap kemajuan teknologi tanpa mengedepankan cara-cara destruktif dan intimidatif.

"No hoax, No Fake News, No Yellow Journalis, berwawasan luas dan terbuka dengan satu tujuan. Kesejahteraan Insan Online Media Indonesia yang bermotokan, Kerja sama bukan sama-sama kerja," katanya mengakhiri.

Tak hanya itu, Ketua Umum AJO Indonesia Rival Achmad Labbaika juga menyampaikan bahwa AJO Indonesia adalah suatu wadah yang merangkul seluruh pemangku kepentingan.

"Keberadaan organisasi AJO Indonesia adalah merupakan suatu wadah bagi seluruh pemangku kepentingan, baik itu bagi pelaku usaha, para pimimpin redaksi, jurnalis/wartawan, maupun bagi para pemilik media online yang ada di indonesia," pesannya.

AJO Indonesia adalah salah satu organisasi profesional berangotakan beberapa media online di indonesia sekaligus dengan para pewarta media online. AJO Indonesia sendiri berkantor di lantai 7 Menara MT Haryono, Jakarta Selatan.

Kendati belum lama terbentuk, namun organisasi ini telah memiliki banyak anggota dari berbagai media online. (Ril)