Thursday, 22 February 2018

Tinggalkan IWO Kepri, Jonni Pakkun Hijrah ke AJO Indonesia

 

Ketua AJO Indonesia DPD Kepri, Jonni Pakkun saat diwawancara. 

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Usai Menghadiri Musawarah Daerah (Musda) dan Rapat Kerja (Raker) pembentukan pengurus baru Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia di tingkat DPC tujuh Kabupaten/Kota se Kepri masa tugas periode 2018 - 2023 di Hotel Bintan Plaza, Tanjungpinang, kepada media Ketua AJO Indonesia DPD Kepri, Jonni Pakkun (JP) mengatakan, mengapa ia harus tinggalkan Ikatan Wartawan Online (IWO) Kepri yang dulu dibesarkannya.

"Tak enak aja caranya, masak cuma gara-gara saya bergabung di Group Asosiasi Perusahaan Media Online (Aspemo), tiba-tiba pimpinan IWO pusat meminta saya mundur dari IWO, itukan gak masuk akal, sementara konteksnya IWO dan Aspemo itu jauh berbeda. Tapi ya sudalah, yang berlalu biarlah, mengapa? karena kita harus terus maju," ucap JP optimis, Kamis (22/2/2018) sore.

Mengenai ketertarikannya bergabung di AJO Indonesia, bahkan terpilih menjadi pengurus inti di Kepri, kata dia itu mengalir begitu saja.

"Mengalir begitu saja, dan kalau ditanya kenapa saya tertarik bergabung di AJO Indonesia, yang pasti saya merasa lebih nyaman," ujarnya.

Pantuan media ini, sebelumnya di tahun 2017 pertengahan, Jonni Pakkun nama yang tidak asing di Batam, mengenalkan IWO kepada para perusahaan media yang ada di Kepri khususnya di Batam.

Saat itu, para awak Jurnalis dan perusahaan media di Batam menyambutnya dengan respon baik, bahkan 80 persent perusahaan media di Kepri, ikut bergabung di dalamnya.

Namun tidak tahu apa yang terjadi, karena sejak tersiarnya JP eksis di AJO Indonesia, banyak anggota IWO Kepri pindah haluan ke AJO Indonesia.

Kembali ke JP,  sebelum mengakhiri ia mengatakan harapan dengan meminta agar seluruh anggota yang bergabung di AJO Indonesia DPD Kepri, bisa senantiasa selalu bekerjasama dan bersinergi dengan baik.

"Mari bekerjasama bukan "sama-sama kerja", artinya mari bersama bersinergi dengan baik dan satu lagi, mari dukung program pemerintah di sektor pariwisata,"tutupnya. (Ril)