Wednesday, 21 February 2018

Tak Dapat Air Bersih, Warga Pancur Duriangkang Berencana Mendemo ATB dan BP Batam


Dirut CV. Reva MS Anugerah, Alder Zagoto.

Dinamika Kepri, Batam - Terkait dengan persoalan Kios air di daerah Pancur Tower Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Sei Beduk yang dikelola oleh CV. Reva MS Anugerah dari mulai tahun 2014 tak kunjung ada solusinya.

Diketahui sebelumnya, CV. Reva MS Anugerah sudah bekerjasama dengan PT Adhya Tirta Batam dari Tahun 2014 terkait pendistribusian Air bersih ke kawasan padat penduduk di Pancur Tower.

Kerjasama pendistribusian tersebut dibuat dikarenakan pihak ATB tidak bisa mendistribusikan langsung ke masyarakat dikarenakan status lahan yang bermasalah atau disebut pemukiman rumah liar (Ruli).

Dirut CV. Reva MS Anugerah, Alder Zagoto mengatakan, persoalan bermula pada tanggal 16 Oktober 2017, pihak CV Reva MS Anugerah dipanggil management dalam sosialisai terkait aturan baru.

Pihak ATB dalam hal ini Pak Ginda meminta tandatangan kepada pihak CV Reva MS Anugerah terkait persetujuan aturan yang baru, pihak CV Reva MS Anugerah meminta waktu untuk ditandatangani dengan alasan mempelajari dulu terkait aturan baru tersebut.

"Setelah saya baca dan pelajari surat tersebut, ternyata alamat tujuannya salah, bukan untuk Pancur Tower tetapi ke daerah Kampung Aceh, makanya surat tersebut tidak saya tandatangani,"ujar Alder saat diwawancarai media ini, Selasa (20/02/2018) di Kedai Kopi Anambas.

Sambung Alder, pada tanggal 21 November 2017 diserahkan surat perpanjangan kerjasama, namun tidak ada jawaban. Pada tanggal 04 Januari 2018 CV Reva MS Anugerah mendapatkan telepon dari pihak ATB dan menyampaikan bahwasannya CV Reva MS Anugerah tidak bisa bekerjasama lagi dengan ATB dengan alasan kontrak dan hasil musyawarah RT/RW dengan pihak ATB, namun pada musyawarah tersebut pihak CV Reva MS Anugerah tidak dilibatkan dan seakan akan pemutusan sepihak.

"Ada yang janggal dari pihak ATB, sebelum pemutusan kerjasama dengan CV Reva MS Anugerah, ATB sudah membuat kerjasama dengan pengelola yang baru di daerah tersebut, Pihak ATB beralasan terkait pengelola yang baru karena kesepakatan RT dan RW tanpa melibatkan CV Reva Ms Anugerah,"kata Alder dengan kecewa.

Pada tanggal 06 Januari 2018 Ketua RT mencabut kesepakatan terkait persetujuan pengelola yang baru sesuai dengan keputusan Rapat RT. Alasan pencabutan tersebut karna pihak CV Reva MS Anugerah dan belum dirapatkan dengan warga, dalam hal kesepakatan pihak pengelola yang baru itu warga keberatan, namun pada tanggal 09 Januari 2018 jaringan dan meteran CV Reva MS Anugerah diputus pihak ATB.

Selanjutnya CV Reva MS Anugerah mengajukan keberatan dan mengajukan kembali atau permohonan penyambungan ulang atas dasar rekomendasi RT dan warga.

"Saya sudah memasukkan surat permohonan penyambungan kembali ke ATB, surat tersebut saya lampirkan dengan surat pencabutan kesepakatan RT dan surat rekomendasi ketua RT dan Warga, namun sudah 12 hari surat itu masuk, belum ada tanggapan sampai hari ini,"ungkap Alder.

Dengan belum adanya keputusan kapan akan didistribusikan air dari ATB ke pengelola CV. Reva MS Anugerah untuk masyarakat Pancur Tower, masyarakat dalam hal ini pelanggan lama CV. Reva MS Anugerah akan melakukan demo ke ATB dam BP Batam.

"Ratusan orang pelanggan saya rencananya akan turun demo ke ATB dan BP Batam, karna mereka mengetahui bahwa belum ada jawaban dari ATB terkait penyambungan kembali, sampai hari ini, pelanggan saya distribusikan air bersih dari Truk Tangki yang saya beli, kalau malam tidak bisa saya aliri karna keterbatasan alat pompanya," tutup Alder.(Ril)