Tuesday, 6 February 2018

Rencana RDP Bahas Air dan Listrik di Perumahan Darussalam, Budi Mardiyanto: Saya Belum Terima Laporannya


Ketua Komisi I DPRD Batam, Budi Mardiyanto,SE. MM.
Batam, Dinamika Kepri - Terkait rencana penjadwalan rapat dengar pendapat (RDP) polemik ketidakadanya air bersih dan Listrik di perumahan Darussalam, Tanjung Piayu, sampai saat ini Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Budi Mardiyanto, SE mengaku belum menerima laporannya dari Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris, SE.

"Belum ada disampaikan mas," kata Budi Mardiyanto singkat via ponselnya kepada awak media ini, Selasa (6/2/2018) sore.

Sebelumnya pada hari Senin (29/1/2018) yang lalu, kepada media Nyanyang Haris ketika ditemui di meja kerjanya mengatakan akan segera menyampaikan permasalahan tersebut ke Komisi I agar RDP nya bisa segera dijadwalkan.

Ketika dikonfirmasi, Nyanyang Haris membenarkannya kalau ia belum menyampaikan hal itu ke ketua komisi I.

"Benar, saya belum nyampaikannya karena jadwal komisi I masih padat. Tapi itu pasti akan saya kordinasikan," terang Nyanyang.

Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura, SE.
Lanjutnya, permasalahan warga di perumahan Darussalam itu tidak bisa diabaikan begitu saja. Mereka juga warga Batam yang harus diperhatikan.

Kata dia lagi, secara legalitas pemukiman warga juga tidak ada masalah dan sah. Kendatipun ada masalah, bukan masalah status lahan melainkan perihal antara konsumen dan pihak pengembang, dan itupun sudah diproses hukum.

"Legalitas lahan warga jelas. Terkait air dan listrik yang tidak masuk, menurut saya itu hanya masalah kebijakan," katanya.

"Jangan tiba di waktu pemilihan, baru diperhatikan dengan mendirikan tempat pemungutan suara (TPS) di sana, giliran sudah selesai lalu dilupakan begitu saja. Mengenai pernyataan Humas Bright PLN Batam yang menyatakan jika kavling bisa dibantu, saya tidak setuju. Pertanyaannya, kenapa pemukiman rumah liar (Ruli) dilayani dan ini tidak?," tukas Nyanyang.

Sebelumnya di saat Nyanyang masih menjabat ketua Komisi I, hal ini sudah 2 kali dirapatkan. 

"Benar sudah 2 kali dirapatkan, dan dirapat terakhir sudah sepakat air dan listrik akan dimasukan, namun sampai saat ini belum juga direalisasikan, makanya harus dirapatkan kembali," tutup Nyanyang.(Ag)