Monday, 12 February 2018

Rika dan Eriana Penyalur TKI Ilegal Divonis 6 Tahun 6 Bulan Penjara Denda Rp 2 Miliar

 

Sidang perkara Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di PN Batam. Terdakwa Iman Tugimin, Eriana S. A alias Bunda dan Rika Hamdiana, tertunduk usai vonis dibacakan Hakim, Senin (12/2/2018) sore.

Batam, Dinamika Kepri - Setelah dinyatakan terbukti bersalah oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Tiga terdakwa kasus penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Singapura, dua terdakwa wanita diantaranya, Rika Hamdiana alias Caca dan Eriana S. A alias Bunda, divonis 6 tahun 6 bulan penjara denda Rp 2 miliar.

Sedangkan untuk satu terdakwa pria bernama Iman Tugimin, divonis 3 tahun 6 bulan penjara denda Rp 2 miliar, dan jika tidak mampu membayar dendanya, maka hukuman akan dikenakan kurungan penjara selama 6 bulan, Senin (12/2/2018) sore.

Hukuman Imam Tugimin lebih ringan 3 tahun dibandingkan 2 terdakwa lainya, namun kepada hakim Imam menyatakan banding. Sedangkan terdakwa Rika Hamdiana menyatakan menerima dan Eriana kepada Hakim mengatakan, masih pikir-pikir.

Adapun bukti berupa uang Rp 30 juta dari para tersangka ini, disita untuk negara.

Para terdakwa ini dinyatakan bersalah karena telah sengaja tanpa izin menempatkan 39 orang tenaga kerja Indonesia di luar negeri tanpa adanya pembekalan keterampilan, sehingga terlantar di Singapura.

Dari aksinya, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar Rp.600 ribu rupiah dari setiap orang calon tenaga kerja Indonesia yang berhasil direkrutnya.

Para terdakwa ini terbukti bersalah dan dijerat pidana Pasal 102 Ayat (1) huruf (a) (b) UU RI No.39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Jo Pasal 55 Ayat (1) ke -1 Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (Ril)