Thursday, 1 February 2018

Ribuan Buruh Batam Unjuk Rasa Minta Walikota Segera Berlakukan UMSK

 

Ribuan buruh melakukan unjuk rasa di depan kantor Walikota Batam, Kamis (1/2/2018) siang.

Batam, Dinamika Kepri - Ribuan buruh Batam yang tergabung di Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) melakukan unjuk rasa ke kantor Walikota Batam, untuk menuntut Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) yang belum terealisasikan sampai saat ini, Kamis (1/2/2018). 

Orator aksi berteriak meminta kepada Walikota Batam, agar UMSK Batam yang sudah disahkan disahkan Gubernur Kepri di tahun 2017 lalu itu, segera direalisasikan mengingat saat ini sudah tahun 2018.

"Sudah disahkan di tahun 2017, tapi sampai sekarang belum direalisasikan. Sekarang sudah tahun 2018, harusnya sudah dijalankan," teriak orator.

Tak hanya itu, para aksi demo ini juga mengancam pemerintah kota Batam dengan menyebutkan, apabila pemerintah tidak memperhatikan nasib mereka, maka mereka akan kembali turun dengan jumlah yang besar.

"Jika ini tidak ditanggapi, kami akan kembali datang dengan jumlah yang lebih banyak, Sudah tiga kali kami datangnya menuntutnya, tetap tidak ada kepastiannya," teriak orator.

Sebelumnya, keputusan UMSK kata buruh sudah disahkan Gubernur Kepri di tahun 2017, namun sampai saat ini belum ada realisasinya dari pemerintah kota Batam. Tak hanya itu, buruh juga mengatakan pihaknya telah memenangkannya di Mahkamah Agung.

Parahnya lagi, buruh juga menduga, pemerintah kota Batam dan pengusaha ada "Kong Kali Kong" dalam hal ini.

"Ada apa ini?  kenapa sampai sekarang tidak juga diterapkan pemerintah Kota Batam. Jangan-jangan ada kong kali kong dengan pengusaha?," kata Suprapto dalam orasinya.

Aksi demo buruh ini berjalan dengan tertib. Pejagaan dari pihak kepolisian juga begitu diperkatat. Namun sampai berita ini dimuat pada pukul 11:30 Wib, Walikota ataupun perwakilan dari pemerintah kota Batam, tidak ada satu orang pun yang berkenan untuk menemui pengunjuk rasa.(Ril)