Saturday, 3 February 2018

Polairud Polda Kepri Amankan Ribuan Botol Miras Ilegal Asal Singapura


Ekpos Tangkapan Miras Ilegal di Mako Polairud, Sekupang, Batam, Jumat (2/2)

Batam, Dinamika Kepri - Guna mencegah terjadinya kerugian negara, jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kepri terus gencar memerangi setiap segala tindak tanduk aksi penyeludupan di laut Kepri khususnya di laut Batam.

Dari hasil gencarnya, pada tanggal 29 Januari 2018 lalu, berawal dari informasi masyarakat, Polairud Polda Kepri menoreh hasil mengamankan sebanyak 596 Dus atau 7.122 botol minuman keras (Miras) ilegal berbagai merek seludupan dari Singapura.

Miras yang diamankan itu ada berbagai merek diantaranya Black Label, cointreau, Bacardi, Chivas, Red Label, Martini dan Carlo Rossi.

Selain mengamankan ratusan Dus Miras, satu orang supir pengangkut Miras juga turut ditahan.

" Satu orang supir pengangkut Miras telah ditahan, namanya Sugiarto Eko Purnomo. Menurut pengakuan tersangka, Miras ini dibawa dari Singapura masuk melalui pelabuhan tikus yang ada di Batam dengan menggunakan kapal speed boat 5 mesin" terang Direktur Polairud Polda Kepri, Kombes Pol Teddy Jhon Sahala Marbun, saat melakukan Konferensi Pers di Mako Polair Polda Kepri, Sekupang, Jumat (2/2/2018) malam.

Lanjut Kombes Pol Teddy, jumlah Miras yang diamankan tersebut sebanyak 596 Dus yang diamankan dari 2 tempat berbeda.
"Miras ini diamankan dari 2 tempat berbeda. Awalnya dari dalam mobil Toyota Hiace Nopol BP 8109 ZG yang kendarai tersangka saat diperiksa, ditemukan 125 Dus. Setelah dilakukan pengembangan, 471 Dus lagi temukan dari salah satu pondok diperbukitan Jembatan 6 Pulau Galang," ungkapnya.

Mengenai siapa pemilik Miras tersebut, Kombes Pol Teddy Jhon mengatakan masih dalam pengembangan. Sedangkan dari taksiran nilai tangkapan Miras itu sebutnya, berkisar Rp 600 Juta hingga Rp 700 juta.

Lanjutnya, kepada tersangka akan dikenakan  pasal 102 ayat 1 huruf b dan e UU No 17 tahun 2006 tentang kepabeanan, dengan ancaman pidana penjara 1 tahun dan paling lama 10 tahun serta denda Rp 50 hingga Rp 1 Miliar.

Sebelum mengakhiri, Kombes Pol Teddy juga mengatakan untuk proses selanjutnya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menyerahkan kasus tersebut ke pihak Bea dan Cukai (BC) Batam.

"Karena ini ranahnya tentang kepabeanan, maka kasus ini akan diserahkan ke pihak BC Batam beserta dengan barang buktinya," tutupnya.(Ril)