Friday, 9 February 2018

Merasa Didiskriminasikan, Conti Candra Minta Presiden Agar Melihat Proses Hukum di Kepri


Didampingi Kajari Batam dan Kasi Pidum, Kepala Kejati Kepri Yunan Harjaka gelar Pers rilis tentang penangkapan Conti Candra di Kantor Kejari Batam, Kamis (8/2/2018)

Batam, Dinamika Kepri - Tersangka Conti Candra dalam perkara saling klaim kepemilikan Hotel BCC yang sudah bertahun-tahun bergulir tiada akhir, tiba di Batam setelah dijemput dari Jakarta oleh tim Jaksa dari Kasi Pidum Kejari Batam, Kamis (8/2/2018) sore.

Sebelum dimasukan ke sel tahanan Baloi, tersangka Conti Candra terlebih dahulu dibawa ke kantor Kejari Batam untuk diperiksa. Bahkan saat turun dari mobil tahanan, tersangka terlihat lengkap memakai baju tahanan dengan tangan diborgol.

Saat menuju masuk ruangan pemeriksaan Kasi Pidum kepada media Conti berteriak histeris dengan mengatakan bahwa perlakuan yang terjadi padanya adalah suatu tindak ketidakwajaran dengan diskriminasi hukum yang seharus tidak terjadi padanya.

"Lihat, giliran saya diborgol, Ini namanya diskriminasi hukum," kata Conti.

Hernita istri Conti Candra yang hadir saat itu, juga ikut berteriak histeris saat menyaksikan suaminya diperlakukan tidak wajar tangan terborgol dengan diliput banyak media dan pengawalan ketat dari petugas kejaksaan.

"Kami ini pihak korban, tapi kenapa malah kami yang diperlakukan tidak wajar seperti ini? Sampai tangan diborgol, harusnya pakai hati," ucap Hernita.

Terkait tangan tersangka diborgol seperti penjahat kelas kakap yang baru tertangkap, kepada media Kepala Kejati Kepri Yunan Harjaka mengatakan, penahanan tersangka dengan memakai borgol di tangan dilakukan sesuai Standart Oprasional (SOP) Kejaksaan.

"Yang kita lakukan ini sesuai SOP. Kalau ditanya kenapa Cipta Fujiarta tidak diborgol, itu karena yang memproses dan membawanya kemari petugas dari Mabes Polri. Kita tak tahu kenapa ia tidak diborgol saat itu," terang Yunan saat Pers rilis di Kantor Kejari Batam.

Setelah 1 jam berada di dalam ruangan Kasi Pidum, Conti Candra lalu dibawa kembali masuk mobil tahanan untuk menuju ke sel Rutan Baloi.

Kepada media, Conti kembali berteriak dengan meminta agar Presiden RI Joko Widodo bisa melihat bagaimana sistem proses hukum di Kepri.

"Saya meminta agar Presiden Jokowi bisa melihat bagaimana proses hukum di Kepri. Saya yang ditipu Cipta Fujiarta, tapi malah saya pula yang diperintahkan diborgol seperti ini. Kebenaran harus diperjuangkan, ya harus terus diperjuangkan," teriak Conti sembari menaiki mobil tahanan.(Ag)