Friday, 9 February 2018

Kuasa Hukum Conti Candra Minta Kejari dan Kejati Tidak Berpihak


Didampigi pihak keluarga Conti Candra, Pengacara Alfonso Napitupulu SH melakukan Konferensi Pers.

Batam, Dinamika Kepri - Merasa kecewa, kuasa hukum Conti Candra terkait polemik Hotel BCC, Alfonso Napitupulu SH mendesak Kejari Batam agar segera Tjipta Fujiarta ditahan. Selain itu, Alfonso juga meminta  Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri Yunan Harjaka dalam hal ini, jangan ada keberpihakan.

"Seharusnya pihak Kejari Batam juga melakukan penahanan terhadap Tjipta Fudjiarta yang sudah ditetapkan tersangka atas kasus penipuan dan penggelapan ini. Namun pada kenyataannya saat ini, Tjipta masih bisa menghirup udara bebas dan tidak diperlakukan seperti kliennya. Saya sangat meminta agar Tjipta Fujiarta juga ditahan, dan meninta Kejari dan Kejati jangan ada keberpihakan," tegas Alfonso saat melakukan konferensi Pers di Restouran Kenz Bakery, Simpang Kara, Batam Center, Jumat (9/2/2018) siang. 

Selain itu, Alfonso juga mengatakan ada intervensi yang kuat terhadap kasus yang menimpa klaiannya, dimana terlihat saat Kejari Batam melakukan penahanan terhadap Conti Candra.

"Jelas sekali seperti ada intervensi yang sangat kuat dan keberpihakan dari Kejari dan Kejati terhadap pihak lawan karena penahanan yang dilakukan kepada bapak Conti seperti di dramatis seakan-akan dibuat seperti seorang teroris atau gembong Narkoba. Tangan diborgol dan dipakaikan baju tahanan dengan di foto-foto dari mulai Jakarta sampai ke Batam, padahal dalam kasus ini, bapak Conti Candra adalah sebagai korban," katanya.

Kuasa Hukum Conti Chandra bahkan menjelaskan, bahwa permainan antara Kejaksaan dan Tijpta sendiri sudah tercium sejak lama. Bahkan ia sendiri meminta agar pihak Kejari Batam tidak terlibat dalam persidangan kliennya.

Lanjut dia, pihaknya juga tidak mau jika pihak Kejari Batam dan Kejati Kepri terlibat diproses persidangan  nantinya. Ia meminta biarlah jaksa dari Kejaksaan Agung yang menyidangkannya, dengan alasannya berbagai dugaan

Selain mendesak Kejaksan agar perkara bisa segera disidangkan, Alfonso juga minta semua pihak bisa ikut mengawasi berjalannya sidang perkara ini.

"Saya juga berharap semua pihak bisa ikut mengawasi perkara ini, termasuk KPK, pasalnya sudah terlalu banyak oknum  pejabat terlibat dalam maslah ini. Bisa jadi banyak desakan dari mana-mana, sehinga kasus ini diulur-ulur. Tapi kami akan tetap mendesak agar kasus ini segera disidangkan," ujarnya.

Sebelum mengakhiri kata Alfonso lagi, selain akan melaporkan kasus ini ke KPK, juga akan dilaporkan kepada  Presiden RI Joko Widodo.(Ag)