Sunday, 25 February 2018

Erni Tjahjo Kumolo Bareng Nora Ryacudu Ingatkan Peran Orangtua Jaga Anak dari Bahaya Narkoba


Dinamika Kepri,  Jatinangor - Para istri dari menteri yang berada di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai kini masih tetap menjadikan tiga bidang yakni karakter, peningkatan kualitas keluarga dan sosial budaya sebagai program utama. 

Kebijakan itu dikemukakan Erni Tjahjo Kumolo, istri Menteri Dalam Negeri, (Mendagri) Tjahjo Kumolo, saat memberikan Oase di IPDN (Institut  Pemerintahan Dalam Negeri), Jatinangor, Jawa Barat, bareng Nora Tristyana Ryacudu, istri Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu.

"Begini ya kita dari Oase KK (organisasi aksi solidaritas era kabinet kerja) kita adalah pendamping daripada menteri kabinet kerja bapak Jokowi. Kita mempunyai program. Kita di organisasi sebetulnya ada tiga bidang yakni: karakter, peningkatan kualitas keluarga dan sosial budaya. Dan kita rutin mengadakan kegiatan ini. Ini sudah kesekian kalinya. Kita sudah keliling ke provinsi-provinsi biasanya kita mengadakan pola asuh anak apalagi oleh guru-guru PAUD, guru TK ataupun orang tua. Kemudian dengan deteksi dini kanker pada perempuan dan anti narkoba, kekerasan seksual dan kekerasan pada anak," kata Erni Guntarti, di kampus IPDN, Jawa Barat, Sabtu (24/2/2018).

Erni melanjutkan, dengan berita terkait penangkapan narkoba jenis sabu 1,6 ton beberapa saat kemarin, dirinya mengingatkan, narkoba merupakan saat ini merupakan salah satu ancaman negara.  

"Justru itu, makanya selama ini kita selalu keliling mengenalkan anak-anak ini lho bahayanya anak apabila kena narkoba ini bagaimana. Tetap ini ancaman buat negara. Seperti tadi jadi sosialisasi itu ancamannya bagaimana, itu selalu kita mengambil narasumber dari BNN (Badan Narkotika Nasional) juga," lanjut dia.

Selain itu, ia juga menyarankan pola pengasuhan anak yang jauh dari aksi kekerasan terhadap anak.

"Tadi kan sudah dijelaskan dengan penuh kasih sayang," imbuh dia.

Menanggapi bahaya tentang narkoba, Nora Tristyana Ryacudu, mengungkapkan, bahaya dari hormon dari narkoba bisa dikalahkan lewat kasih sayang.

"Narkoba itu sebetulnya membuat hormon-hormon merasa nyaman gembira. Hormon-hormon itu seharusnya secara alami diproduksi oleh tubuh. Itu kalau seandainya anda terbiasa mendapatkan kasih sayang, kenyamanan, rasa aman, gembira itu hormon hormon dengan sendirinya terus diproduksi oleh tubuh secara alami. Tapi kalau misalnya ada kekerasan, pola asuh, orang tua tidak tahu cara mengasuh anak, di sekolah juga stress itu sebetulnya hormon-

hormon itu tidak diproduksi sehingga nanti nya dia resah terus. Nah, itulah yang mudah kena narkoba. Karena narkoba isinya hormon hormon sintesis," ungkap Nora panjang lebar.

Lalu, agar kasih sayang orang tua bisa menangkis dari pengaruh buruk narkoba. Terlebih jika diberikan pada anak-anak sejak usia dini.

"Makanya dengan karakter tadi sudah disebutkan 0-6 tahun paling penting. Jadi

sebetulnya dari anak paud itulah kita selalu memberikan. Makanya kita memberikan pengertian kepada guru guru bagaimana mendidik anak kita dengan benar supaya mereka mempunyai karakter yang bagus. Setidaknya untuk benteng mereka," kata Erni.

Aksi dari istri para menteri pada Kabinet Kerja Presiden Jokowi, tambah Erni, juga dilakukan dengan akses pada masyarakat. Misal, dengan melakukan kerjasama dengan sejumlah organisasi yang masih terkait dengan kerja mereka. 

"Iya. Kita ke orang tua, kita bersinergi dengan organisasi lain. Dengan PKK, guru-guru PAUD, dengan yang lainnya," kata Erni.

Tak hanya itu, untuk mengantisipasi masalah sosial lainnya, terdapat kerjasama dengan wilayah-wilayah yang tergolong timpang secara strata ekonomi.

"Tahun ini kita akan mengadakan kerjasama dengan daerah kumuh. Jadi para orangtua di daerah kumuh bisa mengubah cara mendidiknya supaya anak- anak menjadi lebih gembira. Sampai akhirnya banyak emosi cinta emosi positif yang

ada dalam tubuhnya sehingga dia lebih sabar," jelas Nora.

Menanggapi permasalahan kejadian luar bisa (KLB) gizi buruk di Papua yang sempat viral di dunia maya. Erni Tjahjo Kumolo, dirinya dan sejumlah istri dari menteri di kabinet kerja bakal melakukan kampanye warga terhadap pola hidup sehat.

"Sebetulnya kita sih sudah keliling. Sebetulnya itu semua harus sosialisasi

dan mengedukasi. Kalau dipikir negara kita kurang apasih. Makanan banyak, sukun ada, singkong ada. Jadi edukasi ke orang tua bagaimana cara makan yang benar gizi yang seimbang. Jadi sebetulnya menurut saya sosialisasi mengedukasi para masyarakat dan itu tugas kita bersama," kata Erni.

Ia mengakui, tugas dan peran ibu rumah tangga selama ini diyakini bisa mencegah terulangnya kejadian gizi buruk seperti di Papua. Jadi tak selamanya masalah domestik didominasi peran suami semata. 

"Bapaknya itu. Kita secara keluarga kita selalu mendidik untuk pemberdayaan para ibu-ibu nya. Jangan salah. Kita urusan ibu-ibu," kata dia.

Sumber : Puspen Kemendagri