Friday, 19 January 2018

RDP Polemik RSUD Embung Fatimah Berjalan Alot



Komisi IV DPRD Batam melakukan RDP membahas terkait polemik yang terjadi di RSUD Embung Fatimah Kota Batam.

Batam, Dinamika Kepri - Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Komisi IV DPRD Batam dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah bersama Dinas Kesehatan, dan Pihak BPJS Kesehatan Batam untuk membahas hutang piutang, kekurangan obat, kerusakan alat kesehatan dan  penambahan alat kesehatan baru, berjalan alot, Jumat, (19/1/2018) sore.

RDP yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV Djoko Mulyono ini disebut berjalan alot lantaran apa yang ditanyakan oleh anggota dewan Udin. P Sihaloho kepada Nunung pihak RSUD, jawabannya tidak nyambung alias tulalit.

"Maaf ibu, yang saya tanyakan bukan itu, jawaban ibu enggak nyambung? Ibu tidak perlu menjelaskan yang tidak saya tanyakan. Lagian yang ibu sampaikan itu tak perlu dijelaskan lagi, saya juga tahu itu, jadi tak usah berbelit-belit. Yang ditanya baikya itu yang dijawab," cetus Udin.

Jawaban Nunung dinilai tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan. Jawaban Nunung  berputar-putar tidak tentu arah seperti ingin berusaha melakukan pembenaran dihadapan para anggota dewan. 

Kendati sudah diingatkan Udin, namun Nunung masih mengulanginya bahkan semakin ngaur ngidul tidak tentu arah.

Tak mau mendengar lebih lama lagi, Udin P Sihaloho pun akhirnya memutuskan meninggalkan ruangan rapat, dan membiarkan Nunung bicara sendiri.

Tak hanya Udin P Sihaloho, Bobby Alexander Siregar yang sebelumnya juga telah perang argumen dengan Muhammad Yunus saat RDP, juga memilih meninggalkan ruangan rapat.

Namun, sebelum Bobby meningalkan ruangan rapat, kepada Direktur RSUD Embung Fatimah Kota Batam Drg Ani Dewiyana, berpesan agar segala hal yang terjadi di RSUD tersebut, secepatnya dapat dibenahi agar pelayanan kepada masyarakat Batam, tidak terganggu.

Selain itu, dalam RDP ini juga ketahuan bahwa kondisi RSUD Embung Fatimah saat ini tengah diambang kehancuran. Seperti yang disampaikan oleh Safari Ramadhan dalam rapat, bahwa RSUD Embung Fatimah juga telah ikut sakit.

"Bukan hanya tempat orang sakit, Rumah sakitnya juga ikut sakit," ucap Safari Ramadhan,

Tak hanya itu, rumah sakit gudangnya polemik itu saat ini juga tengah terlilit hutang tunggakan obat yang cukup fantastik hingga mencapai Rp 21,9 Miliar.

"Tunggakan hutang RSUD Embung Fatimah saat ini mencapai Rp 21,9 Miliar," kata Drg Ani Dewiyana pada RDP ini.

Selain itu, dari pihak BP BPJS Kesehatan Kota Batam yang hadir dalam rapat ini juga mengeluarkan pernyataan yang sangat dramatis. Kata Joni bahwa dalam melaksanakan tugas-tugasnya, ia tidak mau gegabah karena taruhan adalah jabatannya.

"Saya tidak mau gegabah dalam hal ini, karena bagaimanapun taruhannya adalah jabatan saya," kata Joni memastikan setelah dicecar banyak pertanyaan oleh anggota Dewan.

Sampai berita ini dimuat pada pukul 17 : 45 Wib, rapat di ruang pertemuan Komisi III DPR Batam itu, masih berlangsung.(Ag).