Thursday, 1 February 2018

Nyanyang: Permasalahan Ijin Air dan Listrik di Perumahan Darussalam akan Segera Dirapatkan


Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura, SE.

Batam,  Dinamika Kepri - Menanggapi tragisnya kehidupan kurang lebih 34 kepala keluarga (KK) di Perumahan Darussalam Residence Tanjung Piayu, Ketua komisi III DPRD Batam Nyanyang Haris Pratamura, SE mengatakan, ia akan segera memperhatikannya dengan merekomendasikan kepada komisi I DPRD Batam, agar segera dindaklanjuti.

"Saya akan segera merekomendasikannya ke teman-teman di komisi I agar bisa dirapatkan kembali. Saya akan minta agar pihak PLN dan ATB diundang karena kita tidak mau warga itu dibiarkan begitu saja tampa air dan aliran listrik. Mereka juga punya hak untuk mendapatkan fasilitas," ucap Nyanyang, Kamis, (1/2/2018) sore.

Nyanyang berharap permasalahan perijinan pengajuan air (ATB) dan listrik ke perumahaan tersebut dapat segera dioptimalkan agar kehidupan warga di perumahan itu dapat tertolong.


Lanjut Nyanyang mengisahkan, sebelumnya semasa ia masih menjabat sebagai ketua komisi I, polemik warga perumahan Darussalam itu sudah 2 kali dirapatkannya, namun tidak ada hasil kejelasan, karena dalam setiap rapat pihak pengembang perumahan tidak pernah hadir. Tidak hanya itu, masalah air dan listrik juga sudah pernah dibahas saat itu.

Nyanyang juga menjelaskan mengapa pembangunan rumah di perumahan itu bisa terhenti.

"Pembangunannya terhenti karena adanya spekulasi di antara managemen marketing dengan managemen fee kepada pemilik lahan. Uang dimintai dari konsumen tetapi tidak disampaikan kepada pengembang, makanya jadi terhenti. Masalah itu juga sudah masuk dalam proses hukum. Maksudnya kita bukan mau mencapuri proses hukumnya. Biarkan proses hukumnya tetap berlanjut, karena yang kita perhatikan dalam hal ini adalah kondisi daripada warga sudah tinggal di sana. Mereka juga layak mendapatkan fasilitas seperti air dan listrik. Sebenarnya tidak ada masalah jika air dan listrik dimasukan sebab lahan yang mereka tempati itu adalah legal, jadi itu sebenarnya hanya tinggal kebijakan saja," kata Nyanyang.


Saat ini, kurang lebih 519 konsumen perumahan Darussalam Residence Tanjung Piayu, masih menanti setia kejelasan dari pihak pemgembang.

Namun ada yang masih beruntung karena 34 rumah di tahap pertama sudah dihuni konsumen lainnya, tapi tak layak huni karena jaringan air dan listrik belum terpasang.

Untuk keperluan air sehari-hari, warga yang tinggal di perumahan itu, terpaksa harus menggunakan air tadah hujan dari kolam yang ada disekitar perumahan.

Sedangkan untuk keperluan arus listrik, warga mendapatkannya dari genset dan sebahagiannya lagi, warga menyantol dari perumahan sebelah.(Ag)