Sunday, 28 January 2018

Miris, Selain Listrik Nyantol ke Tetangga, Warga Perumahan Darussalam ini Juga Gunakan Air Keruh Setiap Hari


Seorang warga menunjukan kolam air tadah hujan yang ada di sekitar Perumahan Darussalam. Air kolam inilah yang digunakan warga sehari-hari, baik itu untuk mencuci perabotan maupun untuk memandikan anak-anak mereka.

Batam, Dinamika Kepri - Miris dan memperihatinkan. Diduga akibat diterlantarkan oleh pengembang perumahan PT. Sere Trinitatis, saat ini kurang lebih sebanyak 34 kepala keluarga (KK) bermukim di Blok A Perumahan Darussalam, Tanjung Piayu, Batam mengalami derita cukup panjang karena tidak bisa mendapatkan air bersih dan aliran listrik.

Menurut warga, kebutuhan air sehari-harinya, mau tidak mau mereka memilih menggunakan air kolam dari tadah hujan yang ada disekitar perumahan.

"Karena tidak ada sambungan air ATB, terpaksa airnya kami ambil dari kolam," kata Edy Purnomo, Sabtu, (28/1/2018) sore.

Lanjut dia, saat ini status kependudukan mereka juga tidak jelas dikarenakan jumlah penghuni di perumahaan tersebut karena tidak ada perangkat rukun tetangga (RT) nya, sehingga niat untuk mengurus air atas nama pribadi tidak dapat diwujudkan.

Ternyata bukan hanya masalah air bersih saja, aliran listrik di perumahan ini juga belum terpasang, sehingga untuk menerangi rumah di malam hari, warga memilih menyantol arus listrik dari warga sebelah perumahan.

Baca juga : Konsumen Perumahan Darussalam Bersatu Tuntaskan Tindak Kezaliman Developer 

"Kalau listrik saya dari genset, tapi enggak tau yang lain, mungkin ada mengambil dari perumahan sebelah," kata Edy lagi.

Selaku orang yang dituakan di komplek perumahan itu, Edy mengatakan pihaknya sudah pernah ingin melakukan permohonan sendiri untuk memasukan jaringan air dan listrik, namun mengingat tempat tinggal mereka bersatatus perumahaan, niat itu lalu dibatalkan.

Tampak memprihatikan memang. orang membeli perumahan tujuannya agar dapat hidup nyaman, tetapi ini malah terbalik, kehidupan warga di perumahan ini malah lebih sulit ketimbang hidup bermukim di rumah liar (Ruli).

Menanggapi hal itu apakah bisa dibantu, saat dikonfirmasi awak media ini, Manager of Public Relation bright PLN Batam, Bukti Panggabean, SH mengatakan, sesuai aturan, tidak bisa membantunya karena status pemukiman warga tersebut berstatus perumahan.

"Bukan kita tidak mau membantu warga di sana. Pemukiman itu statusnya perumahan, makanya pengajuannya harus melalui nama perusahaan pengembang. Tidak bisa diajukan atas nama pribadi. Itu sesuai aturan, kecuali kavling, mungkin tak masalah, pasti akan dibantu," kata Bukti Panggabean memastikan, Minggu, (28/1/2018) siang.  

Lanjut Bukti menambahkan, sebelumnya pihak pengembang Perumahaan Darusaalam tersebut sudah pernah mengajukan pemasangan lisrik ke  Bright PLN Batam, namun ketika ditindaklanjutinya oleh pihaknya, pihak dari pengembang diketahuinya, sudah tidak merespon lagi sehingga pemasangan jaringan listrik perumahan itu jadi terhenti.

Terkait masalah air, ketika dikonfirmasi awak media ini, mantan Humas PT ATB Batam, Wijanarko Iksa mengatakan belum bisa menjawabnya, karena masih harus melihat berkasnya, apakah pengembang tersebut sudah pernah mengajukan pemasangan atau tidak.

" Besok saya cek dulu ya!," kata Iksa melalui ponselnya.

Warga menggunakan air yang tidak layak dan sangat memperihatinkan, karena setiap keluarga rata-rata memiliki anak-anak kecil yang seharusnya membutuhkan air yang layak untuk pertumbuhan anak-anaknya.

Miris memang, kendati pada sila ke-5 Pancasila berbunyi " Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" namun warga di perumahan Darusaalam ini tidak mendapatkannya. Tak hanya itu, ada juga istilah "Tanah Airku Indonesia". 

Ya..Tanah Airku Indonesia,  tanah beli air juga dibeli, walaupun sudah membeli, warga di perumahan Darusaalam ini, juga tidak dapat memperolehnya.

Dalam hal ini Edy sangat mengharapkan agar semua pihak dapat memperhatikan nasib mereka. Dan bukan kepada 34 warga itu saja, ratusan warga lainnya yang sudah memberikan uang muka beli rumah di perumahan Darusaalam, juga sangat membutuh perhatian dari pemerintah, pasalnya sudah bertahun-tahun rumah yang diidamkan pembeli, tak kunjung dibangun oleh pengembang.(Ag)