Tuesday, 23 January 2018

Konsumen Perumahan Darussalam Bersatu Tuntaskan Tindak Kezaliman Developer

 
{[["☆","★"]]}

Puluhan konsumen perumahan Darussalam Residance yang merasa dirugikan pihak Developer,  melakukan pertemuan di Aroma bakery, Tanjung Piayu, Batam, Selasa, (22/1/2018) malam.

Batam, Dinamika Kepri - Lantaran rumah tak kunjung dibangun alias di PHP oleh pengembang, puluhan konsumen perumahan Darussalam Residance di Tanjung Piayu, akhirnya membentuk satu himpunan dan rencananya dalam waktu dekat ini, akan menggelar aksi demo besar-besaran untuk mendemo pihak manajemen perumahan PT. Sere Trinitatis dan melaporkannya ke DPRD Batam, agar dapat dihearigkan kembali.

"Kami telah merasa dirugikan developer. Marketing perumahan kesannya tidak mau bertanggung jawab. Tidak hanya itu saja, saat ini kami juga merasa menderita karena telah ditenlantarkan oleh pihak developer,  maka itu kami akan mendemonya," kata Agus Salim kepada media saat melakukan pertemuan di Aroma Bakery, Tanjung Piayu, Senin, (22/1/2018) malam.

Agus Salim juga mengatakan, selain akan mendemo pihak manajemen perumahan, permasalahan itu juga dilaporkan ke DPRD Batam agar dapat segera dihearingkan.

" Tak hanya akan mendemo, kami juga sepakat akan melaporkan ke DPRD Batam agar bisa dihearingkan," kata Agus Salim lagi.

Agus juga menambahkan, kepada mereka sebelumnya, pihak manajemen pernah berjanji akan segera menyelesaikan pembangunan rumah namun tidak ditepati.

"Pernah dijanjikan akan segera dibangun, tetapi buktinya sampai sekarang tidak ada, Maka kami sebagai konsumen, sangat dikecewakan," ucap Agus sedih.

Ia juga menduga pihak developer telah dengan sengaja berjanji-janji  memberikan harapan, agar konsumen tidak panik.

Ternyata permasalahan ini sudah lama berlarut tidak dan ada tindak lanjut karena menurut Agus permasalah tersebut sudah pernah disidangkan di Pengadilan Negeri Batam, bahkan sudah melewati sidang tingkat banding.

"Sebenarnya masalah ini sudah lama bergulir. Sebelumnya masalah ini sudah pernah disidangkan di Pengadilan Negeri Batam bahkan sudah berlanjut ke sidang ketingkat banding. Cuma itu, sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya, makanya kami penasaraan," tukasnya.

Tak hanya itu, mereka juga menduga pihak developer sengaja berjanji-janji  akan membangun, agar para konsumen tidak panik

Sementara itu, Ketua perhimpunan konsumen yang dirugikan, Ikhlas Juliono menyampaikan, bahwa pihak developer juga tidak mau bertanggung jawab kepada tim marketing perumahaan.

"Kami juga merasa, sepertinya antara  pihak developer dan tim marketing perumahaan, saling melempar tanggung jawabnya," ujar Iklas.

Sebelum mengakhiri, Iklas mengatakan tujuan himpunan konsumen itu dibentuk agar permasalahan itu dapat segera dituntaskan.

"Himpunan ini kami bentuk tujuannya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Kami tidak mau permasalahan ini terus berlarut tidak ada ujungnya . Dan perlu dicatat, dalam hal ini kami hanya meminta hak kami sebagai konsumen, tidak lebih karena bangaimanapun kami sebagai konsumen merasa telah dizalimi oleh pihak developer dan orang-orang yang tidak bertanggung jawab di dalamnya dan ini harus segera dituntaskan," tutup Iklas Juliono.(Ril)