Tuesday, 30 January 2018

BNNP Kepri Gagalkan Penyeludupan Sabu ke Palembang


Didampingi Kabid Pemberantasan BNNP Kepri AKBP Bubung Pramiyadi (kanan), Kepala BNN Kepri Richard Nainggolan melakukan ekspos hasil pengungkan Narkotika jenis shabu seberat 1.208 gram dari tersangka M (baju tahanan 28=red) di BNNP Kepri, Selasa (30/1/2018). Foto (ist)

Batam, Dinamika Kepri - Siaran Pers. Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) kembali berhasil mengungkap satu kasus tindak pidana peredaran Narkoba di wilayah Kepulauan Riau.

Satu orang tersangka anisial M (27) laki-laki ditahan dengan barang bukti Narkotika jenis shabu seberat 1.208 gram. Sedangkan 3 orang lagi berinisial TN dan S dan MA masih dicari (DPO). Tersangka M sendiri ditangkap petugas di pinggir jalan depan Perumahan Bida Asri I, saat membawa shabu di dalam tasnya.

"Dari hasil pengungkapan ini, satu orang tersangka anisial M (27) laki-laki telah diamankan, sementara 3 lainnya masih dalam pencarian. Sedangkan barang bukti yang disita dari tersangka yakni berupa Narkoba jenis shabu dengan berat 1.208 gram. Dari pengakuan tersangka shabu ini rencananya akan diselundupkan Palembang, namun berhasil digagalkan setelah adanya informasi dari masyarakat," terang Kepala BNN Kepri, Brigjen Pol. Richard Nainggolan saat ekspos kepada media di gedung BNNP Kepri, Selasa (30/1/2018)..

Lebih lanjut Brigjen Pol Richard Nainggolan menjelaskan, pengungkapan ini awalnya dilakukan setelah hari pada Sabtu tanggal 27 Januari 2018 yang lalu, Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepri mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan bahwa ada narkoba jenis shabu akan diselundupkan dari Batam menuju Palembang.

Mendengar informansi itu, petugas BNNP Kepri pun kemudian melakukan penyelidikan, dan menemukan orang yang dicurigai pembawa shabu tersebut saat berada di pinggir jalan, depan Perumahan Bida Asri I Batuaji.

Setelah dilakukan penggeledahan kepada M, petugas menemukan narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 1.208 gram di dalam tas yang dibawanya.

Adapun modus yang dilakukan tersangka ini adalah dengan cara menyembunyikan shabu dalam sebuah map tebal penyimpanan surat-surat, kemudian map yang sudah terdapat diisi  shabu dimasukkan ke dalam ronnga tas dan menjahit kembali.

Dari hasil interogasi terhadap tersangka diketahui, barang haram tersebut berasal dari Malaysia dibawa oleh TN dan S dan menyerahkannya kepada tersangka M.

Rencananya shabu itu akan diantarkan ke MA di Palembang, sedangkan pengendalinya adalah M saudara N yang berada di Aceh.

Setelah mengamankan tersangka M dan barang bukti (BB), Petugas langsung membawa tersangka ke kantor BNNP Kepri untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka M dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009  dengan hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.