Wednesday, 10 January 2018

AM Alias T Tersangka Cabul 13 Anak di Karimun, Terancam 15 Tahun Penjara Denda Rp 5 Miliar


Humas Polda Kepri Kombes Drs. S. Erlangga saat melakukan expos di Mapolda Kepri.

Batam, Dinamika Kepri - Pelaku pencabulan terhadap 13 anak laki-laki di bawah umur anisial AM alias T (56) asal Balai Karimun Kepuluan Riau (Kepri), akhirnya dikenakan pasal 82 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

"Sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 76E, tersangka akan dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan di denda Rp 5 Miliar,"  terang Humas Polda Kepri Kombes Drs. S. Erlangga saat melakukan expos di Mapolda Kepri, didampingi oleh Kapolres Karimun, Dir Krimum Polda Kepri dan KPPAD Kepri, Rabu, (10/1/2018) siang.

Dari hasil pemeriksaan disebutkan, tersangka mengakui sebagai pria yang mempunyai kelainan sex dan tidak tertarik lagi dengan lawan jenis sejak tahun 2005 lalu, setelah tersangka gagal memperistri seorang janda di Pulau Buru. Selain itu, tersangka juga membenarkan kalau dirinya telah melakukan pencabulan terhadap 13 korban anak di bawah umur.

Sedangkan untuk melancarkan aksinya, tersangka menggunakan cara unsur bujuk rayu dengan memberikan imbalan rokok, diajak jalan-jalan serta memberikan sejumlah uang dengan jumlah variatif antara Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. Dan di saat ingin melakukan aksi bejatnya, korban lalu diancaman dengan melakukan tindakan kekerasan dengan membuka paksa celana korbannya, bahkan membekap badan korban.

AM alias T yang tinggal di Kampung Baru RT. 01 RW. 03 Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing Kabupaten. Karimun itu, ditangkap Polisi setelah hari Kamis tanggal 4 Januari 2018 lalu, pihak keluarga korban yang melaporkannya.

Dari keterangan saksi korban maupun keterangan tersangka, tersangka telah melakukan perbuatan cabulnya di 5  TKP berbeda.

Sedangkan terhadap para korban saat ini, pihak kepolisian juga telah melakukan tindakan Visum terhadap korban di RSUD Kabupaten Karimun.

Melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Selain itu, bersama dengan P2TP2A Karimun juga telah melakukan cek darah terhadap tersangka untuk mengetahui kemungkinan apakah terjangkit Infeksi HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS).

Melakukan pemeriksaan psikologi untuk trauma healing kepada para korban oleh Bag Psikologi Polda Kepri bekerja sama dengan RSUD Kabupaten Karimun serta melakukan pemeriksaan kejiwaan/ psikologi terhadap tersangka.

Saat ini kata Erlanggai, penanganan perkara tersebut telah sampai pada proses penyidikan dan pengembangan terhadap kemungkinan adanya korban lain yang belum teridentifikasi.

Tak hanya itu, melalui media, Kombes Drs. S. Erlangga juga meminta semua pihak, agar ikut bekerja sama dalam memerangi tindak kejahatan terhadap anak.

"Dengan segala hormat kepada semua pihak, kami mengajak anda bersama-sama, untuk memerangi kejahatan terhadap anak," kata Erlangga mengakhiri.(Ril)