Friday, 29 December 2017

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, BP Batam akan Dorong Sektor Pariwisata


Kepala BP Batam Lukita Tuwo Dinarsyah.

Batam, Dinamika Kepri - Untuk mewujudkan Batam sebagai kota Destinasi tujuan wisatawan mancan negara, Kepala BP Batam Lukita Tuwo Dinarsyah mengatakan untuk mencapai itu, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan semua pihak agar keinginan itu bisa tercapai.

"Untuk mewujudkan Batam sebagai salah satu kota Destinasi tujuan wisatawan mancan negara, tentu kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan dari semua pihak, dukungan menteri Pariwisata, Dinas Pariwisata provinsi, Dinas Pariwisata kota Batam dan dukungan dari masyarakat Batam," kata Kepala BP Batam Lukita Tuwo Dinarsyah saat melakukan presentasi dihadapan ratusan wartawan di acara silaturahmi media massa  bersama pimpinan BP Batam di Balairungsari lantai 3 Gedung BP Batam, Kamis, (28/12/2017) malam.

Lanjut Lukita mengatakan, semua harus saling bekerja sama agar terjalin sinergi yang baik. Sektor pariwisata di kota Batam harus di dorong bersama, karena selain dapat meningkatkan ekonomi, imbasnya juga sangat merata, karena keuntungannya dapat dirasakan langsung semua lapisan masyarakat.

"Harus kerja sama. Selain mempermudah birokrasi untuk memudahakan investor dan mempertahankan jumlah industri yang sudah ada, rencana kita kedepannya yaitu bagaimana agar Batam ini bisa menjadi salah satu tujuan destinasi wisatawan mancan negara. Saya optimis jika itu tercapai, sesuai amanah, dua tahun ke depan, ekonomi Batam ini bisa meningkat hingga 7 persen," kata Lukita.

Selain memaparkan dorong sektor pariwisata di kota Batam, Lukita juga menjabarkan tentang pencapaian 100 hari kerja BP Batam setelah diterbitkannya Revisi Peraturan Kepala (Perka) lahan dan pelabuhan.

Ia juga mengatakan, kemerosotan ekonomi Batam bukan hanya berfaktor dari Batam saja melainkan juga berfaktor dari menurunnya ekonomi global akibat merosotnya industri Migas, hingga berdampak pada usaha galangan kapal di Batam. 

Namun ia tidak menampik bahwa dualisme kepimpinan di Batam juga menjadi salah satu pemicu merosotnya ekonomi di Batam, akan tetapi ia sangat optimis Batam akan bisa bangkit, jika BP Batam dan Pemko Batam bersinegi dengan baik.

Selain itu ia juga mengatakan masalah lahan di Batam kini telah menjadi masalah sosial di tengah masyarakat. Masalah lahan di tengah masyarakat serasa tidak pernah henti, sama halnya seperti masalah lahan Kampung Tua, Sei Gong dan lahan Baloi Kolam, yang berakibat banyak lahan jadi tidak produktif.

Kembali ke sektor pariwisata, Deputi V Batam Bidang Pelayanan Umum Bambang Puryanto juga mengatakan hal yang sama, katanya untuk mendukung program Batam sebagai salah satu tujuan wisata, harus didukung  semua lapisan masyarakat Batam.

"Kita ingin Batam menjadi lebih baik, maka itu untuk mendukung Batam sebagai salah satu kota tujuan wisata, dibutuhkan kerja sama semua pihak. Sesuai program yang sudah saya rancang, dalam waktu dekat ini, saya akan melakukan koordinasi dengan Dinas perhubungan kota Batam dan pihak kepolisian untuk bisa sama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat, di situ Bumi dipijak, di situ Langit dijunjung, jangan ada dusta di antara kita," kata Bambang Puryanto.

Pantuan media, dalam rentang waktu dalam setahun ini, antara supir Taxi konvensional dengan supir Taxi online memang kerap berselisih faham, akibatnya membuat wisatawan takut untuk datang ke Batam.(Ag)