Friday, 8 December 2017

Perangi Rasuah, Kajari Batam Bagi Stiker 'Wujudkan Indonesia Tampa Korupsi'


Kajari Batam Roch Adi Wibowo, SH tengah membagikan stiker Wujudkan Indonesia Tampa Korupsi kepada pengendara sepeda motor yang sedang berhenti di jalan simpang pertigaan lampu merah Batam Center, Jumat (8/12/2017) pagi.

Batam, Dinamika Kepri - Menyambut hari Anti Korupsi Internasional yang jatuh di setiap tanggal 9 Desember, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam Roch Adi Wibowo, SH bersama jajarannya, hari ini sekitar pukul 8 : 00 Wib pagi,  melakukan kegiatan pembagian stiker anti korupsi kepada masyarakat Batam yang berkendara dipertigaan jalan lampu merah depan Kantor Kejari Batam di Batam Center, Jumat (8/12/2017).

Selain Kejari Batam, pembagian stiker "Wujudkan Indonesia Tampa Korupsi" ini juga ikut didampingi Kasi Pidsus, Chadafi, SH dan Kasi Pidum, Filpan Fajar D Laia, SH.

Usai membagikan stiker kepada pengendara sepeda motor dan pengendara mobil, Kajari Batam Roch Adi Wibowo kepada media mengatakan kegiatan tersebut untuk mengingatkan masyarakat Batam tentang bahayanya tindak korupsi.

"Selain untuk memperingati hari anti korupsi internasional tahun 2017, kegiatan ini tujuannya juga untuk mengingatkan kembali agar masyarakat khususnya Batam,  dapat menjauhkan segala tindakan yang berbau korupsi dari kehidupan, dan kegiatan ini juga merupakan untuk mendukung program pemerintah mewujudkan indonesia bebas dari segala tindak korupsi. Selain kegiatan ini, kita juga melakukan kegiatan acara pidato untuk anak tentang anti korupsi dengan tujuannya untuk menanamkan rasa anti korupsi sejak dini kepada anak," terang Roch Adi Wibowo.

Menjawab berapa sudah banyak perkara korupsi yang sudah di selesaikan oleh Kejari Batam di tahun ini, jawab sudah ada 5 perkara.

" Di tahun 2017 ini, kami sudah menyelesaikan 5 perkara kasus korupsi," ujarnya.

Ketika ditanya tentang bagaimana perkembangan terakhir perkara kasus dugaan korupsi di RSUD Embung Fatimah, jawab Roch Adi sampai saat ini masih dalam penyempuranaan berkas.

"Perkara RSUD Embung Fatimah itu sampai saat ini masih dalam penyempurnaan berkas," tukasnya.

Kembali ke topik kegiatan yang baru usai dilakukannya, harapnya di hari peringatan Anti Korupsi Internasional ini, dapat meningkatkan kesadaran bagi setiap orang tentang bahayanya tindak korupsi.(Ag)