Monday, 6 November 2017

Tanggapi Penggerebekan Gudang Beras Oplosan di Batam, Wawako : Akan kita dalami


Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad.
Batam, Dinamika Kepri - Usai menghadiri Paripurna dari DPRD kota Batam, menanggapi tentang adanya penggerebekan gudang Beras oplosan di Batam yang dilakukan oleh Mabes Polri pada hari Sabtu 4 November 2017 lalu di PT. Usaha Kiat Permata beralamat di Komplek Pergudangan Mega Cipta Indutrial Park, Blok E No. 1 Batuampar Batam, Wakil Walikota, Amsakar Achmad mengatakan pihaknya akan segera mendalaminya.

" Kami akan segera mendalaminya. Sebelumnya juga beredar ada isu beras plastik di pasaran, namun setelah kami cros cek dilapangan dengan mengambil 8 sample beras yang neredar, dan lalu di tes di Scopindo, tidak ditemukan adanya kandungan plastik pada beras seperti yang diisukan. Mengenai adanya penggerebekan beras oplosan ini, akan kita dalami terlebih dahulu," ujar Amsakar, Senin (6/11/2017) siang.

Lanjutnya menuturkan, dengan adanya penggerebekan itu kata Amsakar pihaknya akan berkoordinasi ke Dinas perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) kota Batam.

"Nanti kita akan koordinasi dulu dengan Disperindag, jika terbukti demikian, kita akan minta agar Disperindag menahan peredarannya," tutup Amsakar.

Sebelumnya Subdit I Direktorat Ekonomi Baintelkam Mabes Polri dipimpin AKBP Kurniawan beserta 3 Orang anggota yang didampingi oleh Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto SH dan Dirintelkam Polda Kepri Kombes Pol Musa Tampubolon, SH melakukan penggerebek di salah satu gudang beras diduga gudang tempat pengoplosan beras di komplek Mega Cipta Industiral Park, Blok E No. 1 Batuampar.

Akibat dari penggerebekan itu, beritanya pun mencuat diberbagai media  dan membuat warga Batam jadi resah, pasalnya saat penggerebekan dilakukan Polisi menemukan bahan Kimia yang digunakan sebagai pemutih beras.(Ag)