Wednesday, 8 November 2017

RDP Kapal MV Seniha-S Masih Akan Dilanjutkan


RDP Komisi I DPRD Batam mengenai Kapal MV Seniha-S, Rabu (8/11/2017)

Batam, Dinamika Kepri - Rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar di Komisi I DPRD Batam mengenai Kapal MV Seniha-S milik Bulk Blacksea, sampai rapat selesai dilakukan, tidak menemukan bagaimana hasil solusimya, sehingga penjadwalan RDP selanjutya masih dilakukan.

Rapat ini tidak menemukan solusi, lantaran pihak -pihak yang terkait didalamnya tidak semua diundang komisi I DPRD Batam karena jadwal RDP yang dilakukan terkesan sangat tergesa-gesa.

Namun, sebelum mengakhiri rapat, Ketua Komisi I DPRD Batam, Budi Mardiyanto,SE  berjanji untuk di RDP selanjutnya, pihaknya akan mengundang semua instasi maupun perusahaan-perusahaan yang berkompeten di Kapal MV Seniha-S tersebut.

"Di RDP selanjutnya kita akan mengundang mana saja yang belum hadir saat ini," kata Budi Mardiyanto memastikan, Rabu (8/11/2017)

Mengapa disebut RDP ini terkesan dilakukan dengan sangat mendadak, karena penjawalannya terhitung singkat, sehingga ada yang terlupakan luput dari undangan. Bagaimana tidak, rapat ini dilakukan hanya selang sehari setelah Sidak dilakukan.

Komisi I DPRD Batam juga diduga terlalu bersemangat untuk melakukan RDP ini lantaran sebelumnya pada tanggal 6 November 2017 saat hendak melakukan sidak ke PT. NMS melihat keberadaan Kapal MV Seniha-S tersebut mendapatkan penolakan keras dari pihak perusahaan.

Sesuai fakta dalam rapat ini, kapal itu di Sidak lantaran telah berganti nama dan pemilik kapal juga belum membayar segala kewajibannnya kepada banyak pihak, seperti biaya river kapal kepada pihak perusahaan.

Melihat adanya penolakan dari perusahaan, Komisi I  diduga semakin bersemangat untuk menyidak Kapal berbendera Panama itu.

Lalu pada hari Selasa tanggal 7 November 2017, Komisi I DPRD Batam kembali melakukan Sidak dan akhitnya diterima oleh pihak perusahaan.

Setelah selang sehari dari sidak itu, hari Rabu (8/11/2017) Komisi I langsung melakukan RDP nya. Namun sayang pada RDP ini, Komisi I mendapatkan protes keras dari kuasa hukum Bulk Blacksea, Niko Nixon Situmorang SH.MH.

"Kenapa masalah ini di RDP kan, sementara status kapal tersebut sampai saat ini masih dalam proses hukum? Lagian ini ranahnya antara perusahan dengan perusahan yang berbadan hukum, bukan mengatasnamakan masyarakat," kata Niko memastikan, yang mana kehadirannya juga tidak diundang oleh komisi I pada rapat tersebut.

Mendengar itu, anggota Komisi I DPRD Batam Yudi Kurnain menyampaikan jawabannya dengan mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh pihaknya adalah sesuai tupoksi mereka sebagai wakil rakyat.

"Kami melakukan ini sesuai tupoksi kami selaku wakil rakyat. Ini kami lakukan sesuai  laporannya dari masyarakat, makanya itu kami menindaklanjutinya," kata Yudi.

Tak hanya Yudi Kurnain, Ketua pimpinan rapat, Budi Mardiyanto,SE juga menambahkannya kata dia, bukan untuk mencampuri proses hukumnya.

"Kita bukan mau mencapuri urusan perkaranya. Dalam hal ini kita hanya menanggapi laporan masyarakat,"ucap Budi.

Tidak mau berdebat lebih panjang dengan Niko Nixon Situmorang, Budi Mardiyanto lalu menutup rapat dan mengatakan masih akan menjadwalkan RDP selanjutnya.

Pada rapat ini, selain dihadiri hampir seluruh anggota komisi I, kuasa hukum pemilik Kapal, juga turut dihadiri oleh pihak kepolisian dari Polda Kepri.(Ag)