Tuesday, 21 November 2017

Polda Kepri Musnahkan 11,9 Ton Serbuk Bahan Baku Obat Keras



Enam tersangka BN Cs.

Batam, Dinamika Kepri - Bersama para undangan disaksikan Kepala Badan POM RI diwakili oleh Kepala Balai POM Kepri, Kajati Kepri diwakili oleh AsipidumZulbahri B. SH, MH, Kajari Tanjung Pinang diwakili oleh Kasipidum Safari. SH, Wali Kota Batam diwakili oleh Wakil Wali Kota Batam, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Ketua GRANAT Batam, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Kepala Bea Dan Cukai diwakili oleh Kasi Intelijen, Pimpinan PT. Desa Air Cargo, Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian didampingi Dir Narkoba Polda Kepri, Kabid Humas Polda Kepri, Kepala BNNP Kepri, dan Kapolres Bintan, Selasa (21/11/2017), melakukan pemusnahan Barang Bukti (BB) berupa 11.923.499 gram serbuk diduga bahan baku pembuatan obat keras, hasil tangkapan Ditresnarkoba Polda Kepri.

Bahan baku pembuatan obat keras ini sebelumnya berhasil diungkap oleh Ditresnarkoba Polda Kepri yakni berdasarkan dari LP nomor : LP – A / 21 / 2017 / SPKT-Kepri tanggal 02 September 2017. Bahan baku tersebut diamankan sekira jam 08.30 wib di jalan Sribayintan, atau tepatnya di depan gudang PT. Murti Transindo Kijang Kota Bintan Timur, Bintan, dan menahan 6 tersangka BN Cs.



Dari para tersanka, barang bukti yang disita keseluruhannya sebesar 12.juta gram (12 ton) dengan rincian 480 drum berwarna biru dengan jumlah 12 juta gram serbuk warna putih yang diduga bahan baku pembuatan obat keras / barang bukti bersifat terlarang, yang mana masing-masing drum, berisikan 25 ribu gram.

Salah satu jenis bahan baku yang diamankan yakni carisoprodol, merupakan bahan baku obat PCC (Paracetamoi, Cafein, Carisoprodol) yang saat ini tengah viral yang sudah memakan korban jiwa d1 daerah Kendari-Sulawesi Tenggara.

Jumlah keseluruhan barang bukti 12 juta gram.Jumlah dimusnahkan 11.923.499 gram,sedangkan sisanya lagi diugnakan untuk penelitian ke BPOM Kepri sebanyak 500 gram, penelitian di BNNP Kepri 113 gram, dikirim ke Puslabfor Polri Cabang Medan 158.1 gram dan 150 gram untuk pembuktian dipengadilan.



Sedangkan pelaksanaan pemusnahan ini dilakukan dengan menggunakan incenerator yang merupakan alat pembakaran yang dioperasikan dengan menggunakan teknologi pembakaran dengan suhu tertentu, sehingga hasil pembakaran berupa debu sangat minim dan hasii pembakaran berupa gas, ramah terhadap lingkungan.

Atas perbuatannya, ke-6 tersangka BN Cs dikenakan pasal 61 dan pasal 62 dan pasal 63 undang-undang nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika dan pasai 197 undang-undang RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan.(ril)