Wednesday, 1 November 2017

Penguatan Pipa Gas TGI berdampak pada PGN dan PLN Batam


Manajer Public Relations bright PLN Batam,Bukti Panggabean, SH, MH.

Batam, Dinamika Kepri - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya TGI akan melakukan pemeliharaan rutin pipa gas jalur Grissik-Singapura yang rencananya akan dilaksanakan mulai besok tanggal 2-7 November.

Pemeliharaan tersebut adalah pemeliharaan rutin setiap tahun. Pemeliharaan pipa gas Grissik-Singapura ini memiliki potensi berdampak pada sebagian pasokan gas ke Batam yang otomatis akan berpengaruh pada kemampuan operasi pembangkit gas PT PLN Batam, hal ini merupakan kejadian yang tidak bisa terhindari dan diluar kemampuan PLN Batam.

Meski demikian, PGN akan mengatur secara proporsional penyaluran gas untuk meminimalisasi dampak ini. Seperti dikutip dari release PT PGN (Persero) satu hari yang lalu.

Akibat dari pemeliharaan pipa gas tersebut suplai gas kepada pelanggan PGN di Batam akan terganggu yang salah satu pelanggan terbesarnya adalah bright PLN Batam.

Konsumsi gas bright PLN Batam yang setiap harinya antara 45-48 BBTUD, akibat adanya pemeliharaan ini mengakibatkan berkurangnya pasokan gas ke PT PLN Batam menjadi 17 BBTUD, hal ini juga yang menyebabkan berkurangnya daya mampu pembangkit PLN Batam yang biasanya beban produksi tenaga listrik sekitar 383 MW menjadi 283 MW.

“kami sebagai pelanggan PGN tentunya terkena dampaknya, namun karena ini memang harus dilakukan penyedia gas untuk meningkatkan keandalan suplai gas di Batam jadi kami juga mau tidak mau harus mendukung program tersebut daripada suatu saat menjadi shut down total akan sangat berbahaya terhadap pelanggan listrik Kota Batam, kami mengharapkan pelaksanaan pemeliharaan tersebut lebih cepat selesai dari schedule yang sudah direalease PGN, ” jelas Bukti Panggabean selaku Manajer Public Relations bright PLN Batam.

Bright PLN Batam sendiri membutuhkan energi gas untuk bahan bakar beberapa pembangkit listrik tenaga gas diantaranya PLTG, PLTMG Panaran dan PLTG, PLTGU Tanjung Uncang.

 “Dari total daya mampu pembangkit kami baik dari gas, batu bara, diesel memang bahan bakar gas penggunaannya  mencapai 40% dari total bahan bakar pembangkit kami,"ujar Bukti Panggabean, Rabu (1/11/2017).

Berkurangnya  pasokan gas ke Batam maka bright PLN Batam juga akan mengurangi operasional pembangkit-pembangkit berbahan gas yang mengakibatkan defisit daya,  kurang lebih 100 MW.

“Pemadaman pun tidak dapat kami elakkan,kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini namun sekali lagi ini bukan kehendak kami, untuk durasi padam estimasi maksimal kurang lebih 3 jam per pelanggan per hari dan akan kami minimalisir pelanggan terkena padam 2 kali dalam sehari,  Waktu padampun terjadi di jam-jam beban puncak pemakaian listrik," tambah Bukti.

Selain itu, Bukti Panggabean
juga menghimbau kepada pelanggan untuk menghemat pemakaian energy listrik dan mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir banyaknya wilayah yang terkena padam.

“Kita berharap semoga pemeliharaan infrastuktur gas cepat diselesaikan dan sesuai jadwal dan bahkan lebih cepat dari jadwal, sehingga pelanggan-pelanggan PGN dapat  beroperasi normal kembali terutama bright PLN Batam yang sangat membutuhkan pasokan gas." tutup Bukti Panggabean. (Ril)