Saturday, 4 November 2017

Listrik Padam Bergilir, Ini Penjelasan Humas bright PLN Batam


Bukti Panggabean.
Batam, Dinamika Kepri - Menjawab pertanyaan masyarakat yang menanyakan mengapa masih terjadi pemadaman listrik, pihak bright PLN Batam menjawab karena PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) saat ini, sedang melakukan pemeliharaan rutin pipa gas jalur Grissik-Singapura yang sudah di mulai dari tanggal 2 kemarin, dan akan berakhir sampai 7 November 2017.

" Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya karena saat ini sedang ada pemeliharaan rutin di pipa gas jalur Grissik-Singapura," ucap Bukti Panggabean Manajer Public Relations bright PLN Batam, Sabtu (4/11/2017) .

Pemeliharaan tersebut katanya adalah pemeliharaan rutin setiap tahun. Pemeliharaan pipa gas Grissik-Singapura tersebut memiliki potensi berdampak pada sebagian pasokan gas ke Batam maka automatis akan berpengaruh pada kemampuan operasi pembangkit gas PT PLN Batam.

Hal ini merupakan kejadian yang tidak bisa terhindari dan diluar kemampuan PLN Batam, meski demikian, PGN akan mengatur secara proporsional penyaluran gas untuk meminimalisasi dampak ini. Seperti dikutip dari release PT PGN (Persero) satu hari yang lalu.

Akibat dari pemeliharaan pipa gas tersebut suplai gas kepada pelanggan PGN di Batam akan terganggu yang salah satu pelanggan terbesarnya adalah bright PLN Batam.

Konsumsi gas bright PLN Batam yang setiap harinya antara 45-48 BBTUD. Akibat adanya pemeliharaan ini, maka mengakibatkan berkurangnya pasokan gas ke PT PLN Batam menjadi 17 BBTUD.

Hal ini juga yang menyebabkan berkurangnya daya mampu pembangkit PLN Batam yang biasanya beban produksi tenaga listrik sekitar 383 MW menjadi 283 MW.

 “Kami sebagai pelanggan PGN tentunya terkena dampaknya juga, namun karena ini memang harus dilakukan penyedia gas untuk meningkatkan keandalan suplai gas di Batam, jadi kami juga mau tidak mau harus mendukung program tersebut, sebab jika tidak dilakukan, suatu saat akan menjadi shut down total dan sangat berbahaya terhadap pelanggan listrik Kota Batam. Kami juga mengharapkan agar pelaksanaan pemeliharaan tersebut, dapat lebih cepat selesai dari schedule yang sudah direalease PGN,” ujar Bukti.

Bright PLN Batam sendiri saat ini memang sangat membutuhkan energi gas untuk bahan bakar beberapa pembangkit listrik tenaga gas yang ada di Batam seperti di PLTG, PLTMG Panaran dan PLTG, PLTGU Tanjung Uncang.

“bright PLN Batam sangat membutuhkan energi gas, sebab dari total daya mampu pembangkit kami, baik dari  batu bara dan diesel, memang bahan bakar gas penggunaannya telah mencapai 40% dari total bahan bakar pembangkit kami," ujar Bukti Panggabean.

Dengan berkurangnya pasokan gas ke Batam, kata Bukti, pihak bright PLN Batam juga akan mengurangi operasional pembangkit-pembangkit berbahan gas yang mengakibatkan defisit daya kurang lebih 100 MW.

Tambah Bukti menegaskan bahwa pemadaman yang terjadi saat ini tidak bisa dielakan oleh bright PLN Batam.

"Pemadaman ini tidak dapat kami elakkan dan mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Namun sekali lagi kami sampaikan, ini bukan kehendak kami. Sedangkan untuk durasi padam, estimasinya maksimal kurang lebih dari 3 jam per pelanggan perharinya, dan kami juga akan berusaha minimalisir pelanggan yang terkena padam 2 kali dalam sehari. Tidak hanya itu, padam listrik juga bisa saja terjadi, apalagi di jam-jam beban puncak pemakaian listrik," kata Bukti.

Agar padam listrik tidak terjadi, himbau Bukti  pelanggan juga dapat menghemat pemakaian energi listrik dengan mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan tujuannya agar dapat di meminimalisir.

“Agar tidak terjadi padam akibat dari pemakian memuncak, tentunya kita berharapkan kerjasama dari para pelanggan untuk dapat berhemat energi listrik. Dan utamanya lagi harapan kita, semoga pemeliharaan infrastuktur gas tersebut juga cepat diselesaikan sesuai jadwal. Ya kalau bisa, lebih cepat dari jadwal, sehingga pelanggan-pelanggan PGN dapat beroperasi normal kembali terutama bright PLN Batam yang sangat membutuhkan pasokan gas.” tutup Bukti Panggabean.(Ril)