Tuesday, 7 November 2017

Humas PT. AMB Harapkan Kehadiran Uba Ingan di RDPU Selanjutnya


Humas PT.. Alfinky Multi Berkat (ABM), Jamaluddin Sagala.
Humas PT. Alfinky Multi Berkat (AMB), Jamaluddin Sagala.

Batam, Dinamika Kepri - Pihak PT. Alfinky Multi Berkat (AMB), pemilik lahan 9,3 Hektar di RT03 dan RT10/RW16 Baloi Kolam yang mana akan melakukan penertiban Ruli diawal bulan Desember 2017 nanti, ternyata mengharapkan kehadiran Uba Ingan Sigalingging selaku tokoh masyarakat setempat dipertemuan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) berikutnya.

"Karena ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak, sekaligus selaku tokoh masyarakat setempat (Baloi Kolam=red) dan juga sebagai anggota DPRD Batam, saudara Uba Ingan Sigalingging nantinya bisa hadir di RDPU selanjutnya sesuai yang telah dijadwalkan oleh komisi I DPRD Batam. Itu harapan kita, karena dengan kehadirannya nanti, setidaknya bisa memberi masukan, baik bagi pihak perusahaan maupun bagi warga, itulah harapan kita," kata Humas PT. Alfinky Multi Berkat, Jamaluddin Sagala kepada awak media ini, Selasa (7/11/2017) sore.

Menangapi tentang tidak hadirnya perwakilan warga di dua kali RDPU yang dilakukan komisi I sebelumnya, kata Jamaluddin, kemungkin warga merasa bersalah.

"Kita tarik sajalah pada diri kita, kalau kita benar, lantas apa yang harus kita takutkan. Mungkin warga merasa bersalah, tak tahulah, makanya mereka tidak berani hadir," katanya.

Selain itu, ternyata ketidakhadiran warga maupun perwakilan warga di dua kali RDPU itu juga sangat disayangkannya.

"Jelas, kami sangat menyangkan ketidakhadiran warga di rapat-rapat itu. Padahal rapat yang dilakukan sampai dua kali di komisi I DPRD Batam tersebut, peluang bagi warga untuk menyampaikan keinginannya, namun ini tidak digunakan. Makanya sampai saat ini kami juga tidak mengerti apa maunya warga, sementara dalam hal ini, kami hanya mempertahankan hak kami sendiri sebagai pemilik lahan, tapi sulitnya minta ampun," katanya.

Sebelum mengakhiri, lanjutnya mengatakan, harusnya warga yang berterima kasih kepada pihak perusahaan.

"Harusnya wargalah yang berterima kasih kepada pihak perusahaan karena sudah memberi warga numpang tinggal selama bertahun-tahun diatas lahan itu, tetapi ini tidak, malah kami pula yang mau diserang seperti kami ingin mengambil haknya. Kalau kita masih terus melakukan seperti ini, aku yakin, sampai kapanpun kita akan mampu bersaing dengan negara Singapura." tutup Jamaluddin Sagala.(Ril)