Friday, 10 November 2017

FSPMI di Batam Demo Lagi, Ini Tuntutannya

 

Tolak PP 78 Tahun 2015, FSPMI Batam kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota Batam, Jumat (10/11/2017) siang.

Batam, Dinamika Kepri - Ditengah meningkatnya tingkat pengangguran di Batam, usai sholat Jumatan, ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, hari ini kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Batam untuk melakukan penolakan Peraturan Pemerintah (PP) 78 Tahun 2015 Tentang Upah Ketenagaankerjaan, Jumat (10/11/2017).

Inilah 8 tuntutan buruh dalam orasinya.
  1. Cabut PP78/2015
  2. Walikota Batam sediakan sembako harga terjangkau.
  3. Tolak kenaikan TDL, ATB dan Premium.
  4. Walikota Batam dan Gubernur Kepri, segera tetapkan UMK Batam 2018 tidak menggunakan PP78/2015.
  5. Segera buat Asosiasi menurut jenis usahanya.
  6. Gubernur Kepri segera membuat Pergub mengenai asosiasi usaha, 
  7. DPRD Batam segera membuat Perda mengenai asosiasi jenis usaha
  8. BP Batam segera berikan hak milik atas tanah kepada masyarakat yang telah puluhan tahun membayar UWTO.
Aksi unjuk rasa Buruh PSFMI ini juga berlansung dengan guyuran hujan lebat, namun tidak menyurutkan niat para buruh untuk tetap bersemangat menyampaikan orasinya.

Selain itu, mengigat hari ini tepatnya moment memperingati hari Pahlawan 10 November, para buruh juga menyempatkan dirinya melakukan hening cipta sejenak untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan pendiri bangsa ini.

Sampai berita ini dimuat pada pukul 14:20 Wib, aksi unjuk rasa masih tetap berlanjut dengan tertib sembari basah-basahan.

Tak luput, penjagaan jalannya aksi didepan pintu gerbang kantor Walikota Batam ini juga diperketat oleh pihak kepolisian bersama personil dari Sat-Pol PP kota Batam.(Ag)