Sunday, 5 November 2017

Begini Kronologis Kisruh Pemilihan RT di RT03/RW10 KSB Mentarao Itu


Bambang Handoyo. 

Batam, Dinamika Kepri – Gonjang-ganjing hasil pemilihan RT03 /RW10 KSB Mentarao Sekupang sampai saat ini ternyata masih belum redah lantaran hasil pemilihan RT yang dilakukan oleh sebagian warga dengan cara mendadak pada tanggal  9 September 2017 lalu itu, belum juga dibatalkan oleh Lurah Patam Lestari.

Demikian kronologis pemilihan RT03 KSB Mentarao tersebut. Awalnya,  pada tanggal 9  September 2017 yang lalu, ketua RT, A. Simanullang yang jabtannya hampir usai, kepada warganya membagikan undangan untuk melakukan pemilihan panitia pemilihan RT.

Dari 60 kepala Keluarga (KK) yang ada, malam itu dihadiri sebanyak 29 KK. Lalu terjadilah pemilihan panitia RT dan dijabat oleh Rabbel Sianturi dan Aron Silaban.

Namun tidak sampai disitu,  setelah panitia terbentuk, warga tidak langsung pulang pasalnya panitia langsung melakukan pemilihan RT, pemilihan RT dilakukan padahal panitia yang terpilih saat itu, belum mengantogi surat kuasa dari kelurahan.

Pada pemilihan itu, RT lama A. Simanullang tidak mencalonkan lagi. Namun yang terpilih satu dari dua kandidat yang dimenangkan Hutagalung dengan 18 suara dan saingannya Simatupang dengan meraih 11 suara, keduanya kata warga adalah masih orangnya RT lama, sebab Hutagalung sendiri sebelumnya menjabat sebagai bendahara di kepemimpinan A. Simanullang.

Selain itu, Aron Silaban juga menuturkan, jumlah suara hasil pemilihan itu juga tidak sah karena tidak sesuai dari jumlah pemilih. Kata dia, harusnya jumlah total suara tersebut 28 suara bukan 29 suara lagi,  sebab dirinya sebagai panitia,  tidak ikut memilih saat itu.

“Aku juga heran, bisa pula jumlah suara itu  jadi 29, padahal saya sebagai panitia saat itu tidak ikut memilih. Harusnya jumlah suara itu 28, tapi ini jadi 29 suara,” Kata Aron kepada awak media ini penasaran  di saat menunggu kehadiran Lurah  Patam Lestari di Fasum RT03 pada Jumat (27/10/2017) malam yang lalu.

Setelah pemilihan RT dilakukan, besoknyat tersiarlah kabar kepada warga yang tidak hadir malam itu bahwa RT03 yang baru telah terpilih. Mendengar itu, wargapun merasa terkejut dan berang, pasalnya didalam undangan yang disampaikan kepada mereka malam itu, bukan untuk pemilihan RT.

Dari sejak itu, asumsi dan rasa sentimen antara sesama wargapun akhirnya mencuat. Tak ayal, penolakanpun terus terjadi, hingga terbentuklah kepaniatian pemilihan RT yang baru (Tahap II=red) yang saat itu diketuai oleh Bambang Handoyo.

Kepanitian tahap II ini lalu direspon oleh Lurah Patam lestari, Kamaluddin, SE  dengan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pertanggal 24 Oktober 2017 kepada panitia tujuannya agar panitia segera melakukan pemilihan RT ulang yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 28 Oktober 2017 yang lalu, namun gagal dilakukan karena SK untuk pemilihan itu dibekukan dengan mendadak tampa sepengatahuan warga maupun Bambang Handoyo selaku ketua panitia. Lurah membatalkan SK dengan alasan kepada Bambang, bahwa kondisi warga tidak kondusif.

Akibat Pembatalan SK itu, maka pada tanggal 27 Oktober 2017 pagi sekitar pukul 9 : 00 Wib, puluhan warga dari RT03/RW  lalu menggeruduk Kantor kelurahan Patam Lestari  dengan tujuan  untuk mempertanyakan alasan  pembatalan SK  itu kepada Lurah. Namun sayang, pagi itu Lurah sedang tidak berada di tempat kerjanya.

Tak sampai disitu,  pada sorenya Lurah Kamaluddin akhirnya merespon warga dan berjanji akan menemui warga RT03 KSB Mentaro malam itu dengan tujuannya untuk mencari dan memberikan solusi. Bahkan kepada warga yang hadir di Kelurahaan sore itu, Lurah Kamaluddin juga menganjurkan agar seluruh warga diundang hadir malam itu.

Begitu anjuran lurah saat itu, namun apa yang terjadi, Lurah yang sudah berjanji akan menemui warganya pada Jumat malam itu , malah ingkar janji tidak hadir. Akhirnya warga sudah berkumpul malam itu merasa dikecewakan.

Bukan hanya warga, petugas kepolisian dari Babinkamtibnas dari Polsek Sekupang yang sudah lama menungggu kehadiran Lurah, juga dikecewakan.

Dan yang paling parahnya lagi, kepada petugas kepolisian yang berjaga malam itu, Lurah Kamaluddin menginfokan bahwa dirinya tidak akan hadir malam itu. Begitu infonya, padahal  kehadirannnya sudah ditunggu setia banyak warga.

Bukannya hadir memenuhi janjinya, melalui percapan via poselnya kepada pertugas Babinkamtibnas, Lurah tersebut mengusulakan mengundang 3 orang perwakilan warga RT03 itu untuk menemuinya di salah satu warung kopi di Tiban Center Sekupang.

Mendengar informasi itu, warga yang berkumpul akhirnya berang dan emosi kepada Lurah Patam Lestari tersebut.

“Seorang Lurah tapi sikap seperti itu. Tadi  janjinya mau datang dan nyuruh kita untuk mengundang seluruh warga agar hadir. Giliran warga sudah ngumpul begini, eh..malah dia pula yang tidak datang, tadi bilangnyakan pertemuannya di Fasum sini, kenapa sekarang malah ngundang perwakilan warga datang ke warung kopi, emang mau ngapain di warung kopi? Inikan urusan masalah warga urusan orang banyak, bukan urusan pribadi, emang ada apa di warung kopi itu, ada-ada saja Lurah itu, masa urusan warga mau dibahas di warung kopi, yang benar sajalah Pak Lurah!,”ucap warga kesal saat itu.

Pantuan media ini malam itu, satupun warga tidak ada yang merespon undangan Lurah untuk menemuinya di warung kopi yang dimaksudnya

Lalu, setelah lelah menuggu, sekitar pukul 23 : 30 Wib, warga yang berkumpul akhirnya membubarkan diri . Namun sebelum beranjak pergi, kepada media ini seorang tokoh masyarakat RT03 yang bernama Pekos Simatupang didampingi Bambang Handoyo menuturkan, bahwa ketidakhadiran Lurah saat itu menurutnya adalah merupakan penghinaan besar kepada seluruh warga RT03.

“Ini penghinaan bagi kami, dan kami juga tidak akan tinggal diam dalam masalah ini. Wajar timbul pertanyaan dan asumsi bagi kami, pertanyaannya, kenapa dia tidak hadir? Jangan-jangan dia ada kepentingan, kenapa dia tidak berani membatalkannya?” kata Pekos.

Ternyata betul apa kata Pekos Simatupang, karena pada hari Senin tanggal 30 Oktober 2017 pagi, bersama warga, Bambang Handoyo melaporkan kejadian itu kepada Camat Sekupang. Namun sudah 5 hari laporan itu masuk, tidak juga ditanggapi oleh Camat Sekupang,

"Sampai saat ini belum ada tanggapan dari Camat Sekupang, terserahlah, yang pasti kita sudah melakukannya sesuai aturan. Kita tunggu saja sampai hari Senin tanggal 6 November 2017 mendatang, kalau memang tidak ditangapi juga, berarti kita akan melanjutkan laporan ke Walikota dan DPRD Batam, itu saja kok pusing," tutup Bambang.(Ril)