Monday, 2 October 2017

Walau Pakai Modus Baru Letakan Sabu di Tepi Jalan, Kurir ini Tetap Tertangkap Juga



Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian (tengah) didampingi Kabid Humas Polda Kepri  Kombes Pol Drs. S. Erlangga, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki dan Dir Resnakoba, Kombes Pol Helmy Santika saat melakukan Konferensi Pers Kapolda Kepri dalam ungkap kasus Tindak Pidana Narkoba di Mapolreta Barelang, Senin (2/10) siang.

Batam, Dinamika Kepri- Seperti pepatah mengatakan, sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, sama halnya dengan kasus yang satu ini, artinya sepandai-pandainya penjahat melakukan modusnya, pasti akan tertangkap Polisi juga, mungkin demikianlah yang tengah dialami oleh pelaku kurir sabu beranisial IA, Senin (2/10/2017).

Pria beranisia IA (29) ini ditangkap Polisi dari Satresnarkoba Polresta Barelang pada hari Sabtu tanggal 30 September 2017 lalu sekitar pukul 22.30 Wib, saat berada di tepi jalan simpang Tanjung Uma dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 948 gram yang disimpan di jok sepeda motornya.

Pelaku yang tinggal rumah liar (Ruli) Marina City Sekupang ini ternyata tidak sendiri, masih ada pelaku lain yakni pemilik sabu beranisial A, namun saat ini yang bersangkutan masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh polisi dan diduga saat ini masih berada di Malaysia.

Adapun modus transaksi yang dilakukan antara IA dan A tergolong unik dari biasanya. Biasanya jika ingin melakukan transaksi atau ingin melakukan pindah tangan, pemilik barang dan kurir pastinya akan saling bertemu serta bertatap muka dan menghindari pemandangan umum. Namun ini tidak, pemilik sabu dan kurir melakukan ini dengan mahir, tampak keduanya sudah saling percaya satu sama lain.

Pemilik barang cukup hanya meletakan sabu itu dibawah tiang listrik dan kurir mengambilnya seperti merasa tidak berdosa. Pengakuan pelaku IA kepada Polisi pelaku  A (DPO) meletakan sabu itu dibawah tiang listrik tepi jalan disekitar PT. Mc Dermott Batu Ampar dan lalu ia mengambilnya.

Dari pelaku ini, polisi mengankan barang bukti berupa 1 paket/bungkus narkotika sabu, yang dibungkus dengan plastik bening didalam kantong plastik warna biru dengan berat bruto : 948 gram, 1 unit sepeda motor merk honda beat warna biru-putih BP 20XX OF, 1 unit handphone merk samsung warna coklat dan 1 buah KPT milik pelaku.

Menurut keterangan awal kepada Polisi, pelaku ini mengaku dirinya diupah sebesar Rp 5 juta oleh A jika sudah menyerahkan narkotika itu kepada seseorang (Tujuan=red).

Atas keberhasilan pengungkapan kasus ini, Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian mengatakan bahwa dengan diamankannya sabu sebanyak 948 gram tersebut, berarti telah menyelamatkan ribuan jiwa manusia.

"Barang Bukti yang diamankan sebanyak 948 gram berarti telah menyelamatkan 2.844 sampai dengan 3.792 jiwa manusia, dengan asumsi 1 Gramnya di konsumsi oleh 3 sampai dengan 4 orang," terang Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian saat melakukan Konferensi Pers ungkap kasus tindak tentang narkotika di Mapolresta Barelang.

Atas perbuatannya, pelaku ini dikenakan pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 tentang narkotika, denganan caman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama hukuman seumur hidup atau pidana mati.(Ril)