Tuesday, 31 October 2017

Unjuk Rasa Tolak Taxi Online, Ini Hasil Kesepakatannya


Bersama Kapolresta Barelang Kombes Pol. Hengki, Dinas Perhubungan Kota Batam Yusfa Hendri, Walikota Batam M.Rudi menemui pengunjuk rasa.

Batam, Dinamika Kepri - Kepada ratusan pengunjuk rasa supir taksi konvensial, Kadis Perhubungan (Kadishub) Kota Batam, Yusfa Hendri yang didampingi Walikota Batam, M. Rudi didampingi Kapolresta Barelang Kombes Pol.Hengki, hasil kesepakatan supir taksi Konversial dan Pemerintah Kota Batam dibacakan. Dimana kesepakan tersebut berdasarkan dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III, Selasa (31/10/2017) siang.

Kesepakatan bersama ini dibacakan oleh Dishub Kota Batam Yusfa Hendri. Bacanya, dalam menyikapi dengan adanya oprasional angkutan berbasis aplikasi teknologi informasi di Kota Batam, maka adapun kesepakatannya yakni antara lain :

  1. Sepakat untuk menghetikan oprasional angkutan umum berbasis aplikasi teknologi informasi karena belum memiliki izin opresional di Kota Batam, sesuai dengan surat yang dikeluarkan Dishub Kepri No 951:/DLLAJ/613 tentang penghentian angkutan umum online.
  2. Dishub Kepri bersama -sama dengan DPRD dan operator taksi konvensional supaya mensosialisasikan hasil rapat ini.
  3. Meminta kepada pihak kepolisian untuk melaksanakan sesuai dengan tupoksinya dalam hal melakukan penindakan kepda pelanggaran diatas dengan melakukan penilangan serta membuat surat pernyataan tidak melakukan oprasional selanjutnya kendaraan tersebut diamankan Dihub Batam sampai dengan pelimpahan ke Pengadilan Negeri (PN) Batam.
  4. Dan dilakukan koordinasi untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan terhadap upaya menghentikan operasional angkutan yang berbasis online yang tidak memiliki izin antara DPRD Kota Batam bersama dishub Kepri/Batam dan pemangku kepentingan.

Dari empat butir kesepakatan tersebut lanjut Yusfa, juga ditanda tangani oleh Iman Setiawan, Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris, Ketua Komisi III, Yusfa Hendri, Kadis Perhubungan Kota Batam Yusfa Hendri, Kapolresta Barelang Kombes Pol. Hengki dan Ismail dari Kadishub Provinsi Kepri.

Baca juga Tolak Taxi Online, Supir Taxi Konvensional di Batam Kembali Unjuk Rasa

Setelah hasil kesepatam dibaca, lanjut Walikota Batam, M. Rudi mengatakan, kita akan berusaha semampunya.

 "Kita akan berusaha semampunya, namun dalam hal ini saya cuma bisa membuat surat, karena saya tidak bisa masuk keranah itu. Saya hanya bisa memyurari Gubernur Kepri, dan itu  sudah dua kali saya lakukan," kata Rudi dihadapan pengunjuk rasa.

Walikota juga menyampaikan bahwa dirinya, tidak bisa menghentikan aktivitas Aplikasi taksi online di Batam.

"Kantornya bisa ditutup, tapi Aplikasinya tidak bisa, karena yang bisa menutup itu, hanya Menteri Kominfo," tegas Walikota.

Usai mendengarkan hasil kesepatan dan penjelasan dari Walikota, aksi unjuk rasa ini lalu membubarkan diri dengan tertib.(Ag)