Tuesday, 3 October 2017

Soal Limbah SBE PT.Musim Mas, Nyanyang Haris : DLH Batam telah menyalahi

 

Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura.SE.

Batam, Dinamika Kepri -  Tindak lanjut tentang aksi pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) jenis Spent Bleaching Earth (SBE) oleh PT. Musim Mas  di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabil-Punggur, Batam saat ini semakin terang benderang dimana melilit benang merahnya.

Dari hasil pertemuan anggota komisi IV DPRD kota Batam dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah menyimpulkan bahwa pembuangan Limbah jenis SBE ke TPA Punggur tersebut, telah menyalahi aturan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Pasal 101 tahun 2014 tentang peraturan yang menyatakan limbah BSE adalah limbah B3.

"Dari hasil kesimpulan yang kami dapat dari KLH dengan jelas telah mengatakan bahwa limbah B3 tidak dibenarkan dibuang ke TPA karena yang boleh dibuang ke TPA itu, hanya sampah rumah tangga dan sampah hotel saja. Maka dengan kejadian ini, DLH dan pemerintah kota Batam telah melakukan kesalahan," tegas ketua komisi III DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura.SE kepada media aaat diruangan kerjanya, Selasa (3/10/2017) siang.

Selain itu, diduga untuk mempertanggungjawabkan perbuatan DLH kota Batam, mantan ketua komisi I ini juga memastikan kalau pihaknya akan kembali memanggil DLH kota Batam.

"DLH Batam akan kita panggil kembali," tegas Nyanyang lagi.

Dari pernyataan ketua komisi III ini, secara pemikiran awam, jelas sekali Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam telah membuat kesalahan yang fatal karena telah mengizinkan perusahaan minyak goreng itu untuk membuang limbahnya di TPA Punggur.

Dan yang paling parahnya lagi, kepada media sebelumnya, kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Ir.Dendi Purnomo juga pernah mengatakan bahwa limbah PT.Musim Mas jenis BSE yang dibuang ke TPA Punggur, bukanlah limbah B3.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Ir. Dendi Purnomo.
Itu katanya, padahal di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 tahun 2014 dengan sangat jelas mengatakan bahwa limbah jenis BSE dari hasil CPO adalah limbah B3.

Sebelumnya PT.Musim Mas pada tanggal 26 Juli 2017 yang lalu ketahuan masyarakat sedang membuang limbah perusahaannya ke TPA Punggur dan saat ini lokasi pembuangan itu, juga telah di police line KLH dan juga sudah pernah dihearingkan di komisi III DPRD Batam.

Dari hasil hearing itu, akhirnya beberapa anggota komisi III berangkat ke Jakarta untuk menemui KLH guna mencari tahu jawaban apakah benar limbah BSE berbahaya atau tidak, pasalnya dalam hearing Dendi Purnomo dan perwakilan perusahaan mengatakan dengan jelas bahwa itu bukanlah limbah B3.

Kendati sudah ada PP Nomor 101 tahun 2104 yang mengatur, namun Dendi Purnomo masih membantahnya dengan berbagai argumen dan dalil yang tidak masuk akal. Dan mirisnya lagi ia membandingkan aturan negara Malaysia dengan Indonesia, dengan mengatakan limbah SBE di Malaysia bukan kategori limbah B3.

"Kalau di Malaysia, limbah SBE bukan limbah kategori B3, malah kalau di sana itu dibuat jadi pupuk," kata Dendi beberapa waktu lalu.

Ada dugaan, pemerintah indonesia tidak kontibel dalam menerbitkan peraturan dan terkesan kurang kerjaan dengan menerbitkan PP Nomor 101 tahun 2014, mengapa demikian? Ya.. karena di kota Batam aturan tersebut tidak berlaku.

Banyak aturan tentu banyak pulalah pelanggaran, ada dugaan peraturan yang telah diterbitkan seperti PP Nomor 101 tahun 2014 ini, hanya modus belaka untuk mencari selah kesalahan perusahaan dibalik layar. Bagaimana tidak, sebab terbukti bahwa aturan tersebut, sangat mandul di kota Batam.

Jelas aturannya, namun tidak diterapkan sebagaimana mestinya. Kesannya aturan yang dibuat hanyalah tinggal aturan belaka, karena yang menjadi korban bukanlah yang membuat aturan melainkan masyarakat.(Ril)