Friday, 13 October 2017

Jangan Terkejut, Gaji Pokok Anggota DPRD Batam Ternyata Jauh di Bawah UMK


Bobi Alexander Sitegar.
Batam, Dinamika Kepri - Mungkin anda akan terkejut setelah mengetahui kalau ternyata gaji buruh perusahaan lebih besar dibandingkan gaji seorang anggota DPRD di Batam.

Tetapi, walau gaji pokok mereka kecil di bawah Upah Minimun Kota (UMK), mereka tak pernah melakukan unjuk rasa menuntut naik gaji ke Pemerintah kota Batam seperti apa yang sering dilakukan oleh buruh di Batam.

Bayangkan jika anggota Dewan melakukan demo berjilid menuntut naik gaji, pastinya masyarakat akan merasa kebingungan.

Mau tahu berapa gaji anggota DPRD Batam saat ini? Ya..gaji pokok anggota DPRD Batam saat ini yakni hanya Rp.1.725.000. (Satu juta tujuh ratus dua puluh lima ribu rupiah).

"Kalau gaji pokok kami hanya Rp.1,725 juta perbulan, artinya upah kami di bawah UMK," kata Bobi Alexander Siregar, anggota komisi IV DPRD Batam.

Muhammad Yunus S.Pi.
Bukan hanya pengakuan Bobi, rekan satu komisinya dari komisi IV Muhammad Yunus S.Pi juga mengatakan demikian.

" Ya itu benar, gaji pokok kami memang segitu," ucap M.Yunus, Rabu (11/10/2017) sore.

Okey, jika benar demikian, maka timbul pertayaan, terus enaknya jadi anggota dewan itu dimana sebab gajinya saja di bawah UMK? sedangkan UMK Batam saat ini sudah mencapai Rp.3,2 juta perbulan dan mereka hanya Rp.1,725 juta.

"Kalau gaji pokoknya kecil, tapi perbulannya kami bisa mendapat hingga Rp 25 juta katena ada tunjangan. Tunjangan itulah yang diharapkan. Tetapi walaupun jumlahnya dapat sampai Rp 25 juta, menurut saya itu tidak cukup, seratus jutapun gaji dewan tetaplah tidak cukup. Mengapa saya katakan tidak cukup, kalkulasinya jelas, untuk duduk di DPRD ini diantarkan oleh 5000 suara. Bagikan saja Rp 100 juta dibagi 5000 berapa hasilnya, jawabnya Rp 20 ribu persuara. Nah jika Rp 20 ribu, sekarang ini apa yang dapat dibelinya. Intinya kami tidak mengeluhkan itu," terang Bobi

Lanjut Bobi, " Kami tetap bekerja pada tupoksinya masing-masing agar Batam bisa maju lagi. Agar itu tercapai, tentunya kami sangat mengharapkan dari segenap dukungan masyarakat Batam, agar semua pihak dapat menjauhkan pemikiran yang menganggap kami telah 'wah-wah di dewan ini. Jadi itu saja, mohonlah jangan berpikir aneh seakan-akan kami telah berpesta pora di sini. Jauhkalah pemikiran seperti itu. Disini saya juga ingin meluruskan karena sebelumnya isu kenaikan gaji anggota DPRD Batam sempat menjadi viral di media sosial dengan komentar beragam, bahkan tidak enak untuk dibaca, sangat miris seakan-akan kami ini mau merampok uang rakyat, sedih sekali saya membaca komentar-komentarnya,"

Dari desas desus yang diterima oleh awak media ini, ternyata penghasilan Rp 25 juta perbulan bagi seorang penyandang predikat sebagai anggota dewan di Batam, bukanlah apa-apa. Bagaimana tidak, ternyata setiap anggota dewan DPRD Batam infonya sedikitnya bisa mengeluarkan anggaran dari saku sendiri minimal Rp 6 juta perbulan, khusus untuk sosial.

Hitungannya 4 minggu dalam sebulan, dalam 1 minggu katanya minimal akan menyumbangkan 3 karangan bunga, baik untuk acara pernikahan maupun untuk acara sunatan. Minimal 3 karangan bunga setiap 1 minggu. Terkadang jumlah itu bisa lebih jika ada acara duka.

Untuk harga 1 karangan bunga saat ini biasanya dihargai Rp 250 ribu. Jika 3 karangan bunga perminggu berarti minimal 12 karangan bunga perbulan, dan jika dikalikan harga 250 ribu perbunga. Berarti untuk pengeluaran karangan bunga saja, setiap anggota dewan akan merogoh goceknya Rp 3 juta perbulan.

Tiga juta untuk bunga, beda lagi jika akan menghadiri undangan kemasyarakatan, dan tak mungkin datang lalu pulang dengan tangan hampa.

Dan parahnya lagi, setiap anggota dewan di DPRD Batam, di meja kerjanya pasti dipenuhi dengan surat proposal minta bantuan entah dari mana asalnya, yang jelas tidak mungkin dapat diabaikan begitu saja, minimal 1 proposal akan diberikan Rp 500 ribu, demikian informasinya.

Belum lagi potongan rutin bulanan untuk partainya, lengkaplah sudah, bisa hitung sendiri berapa sisa yang akan mereka bawa pulang untuk menghidupi keluarganya.

"Benar memang seperti itulah realitanya, rata-rata semua anggota dewan pasti mengalami. Tidak bisa menghindar, wajib hukumnya, jika menghindar, tentu akan lain imetsnya bagi masyarakat. Kami ini bukan PNS sampai di rumah bisa tidur nyenyak, kerjanya pagi pulang sore, naik jabatan naik gaji. Kami tidak seperti itu. Apalagi saya ini, murni duduk karena dukungan penuh masyarakat, itu harus saya pertanggungjawabkan," kata Bobi mengakhiri.

Sedih kedengarannya, namun  tidak menutupi juga bahwa sebagian anggota dewan Batam, rata-ratanya adalah pengusaha.

Pantauan media ini,  sepertinya hanya satu yang paling di sukai oleh setiap anggota dewan yakni mengharapkan ada jadwal kekunjungan kerja keluar kota di hari Jumat dan pulangnya hari Senin sore. Sebab dengan berangkat Kunker hari Jumat pulangnya di hari Senin sore, setidaknya sudah membantu, selain mendapat uang saku dari perjalan Kunker, tetunya sudah mengurangi pengeluaran biaya 3 karangan bunga dengan alasan, sedang berada diluar kota.(Ril)