Saturday, 28 October 2017

Diminta Batalkan Hasil Pemilihan RT, Lurah Malah Ajak Warga Ketemuan di Warung Kopi


Puluhan warga Kavling Tiban Mentarau tengah berkumpul di Fasum RT 03 /RW 10 untuk menunggu kehadiran Lurah Patam Lestari, Jumat (27/10/2017) malam.

Batam, Dinamika Kepri - Akibat Lurah Patam Lestari melakukan ingkar janji, puluhan warga yang sudah berkumpul selama 3 jam di Fasum RT 03/RW 10 Kavling Tiban Mentarau pada Jumat (27/10/2017) malam, akhirnya menyisahkan kekecewaan yang berat dan mengatakan mosi tidak percaya kepada sang Lurah.

"Sebagai warga awam,  jelas kami sangat menyayangkannya. Kami kecewa perlakuan sikap dari seorang Lurah seperti ini. Dia yang janji malah dia pula yang mengingkari. Dia yang buat rekomendasi untuk pemilihan RT, dia pula yang membatalkannya, Heran !!..omongannya sendiri tidak bisa ditepatinya, sesuka hatinya saja. Ada apa ini sebenarnya, kalau seperti ini jelas namanya sudah melakukan pembohongan publik," ucap warga yang kesal.

Sebelumnya, Lurah Patam Lestari Kamaluddin, SE, saat ditemui warga kantornya pada Jumat (27/10/2017) sore perihal gonjang-ganjing pemilihan RT mendadak dan pembatalan SK kepanitiaan pemilihan RT 03 Tahap II, ia mengatakan akan segera menemui warga untuk mencarikan solusi terbaiknya.

Baca juga : Lurah Patam Lestari : Saya tidak ada kepentingan di pemilihan RT itu

Namun apa yang terjadi, janjinya untuk menemui warga tidak ditepati. Ada dugaan Lurah tersebut mencoba membuat manuver seperti ingin memecah persatuan warga Mentarao, pasal melalui ponsel milik personil Babinkamtibnas dari Polsek Sekupang yang berjaga saat itu, Lurah dan RW 10 mengabari untuk mengundang 3 perwakilan warga yang berkumpul saat itu agar menemuinya di salah satu kedai kopi dibilangan Tiban Center, namun sayang undangan tersebut ditolak mentah oleh warga.

"Maksudnya apa ini, katanya tadi sore janji mau menemuin warga di sini, bukannya hadir sesuai janjinya, ini malah ngajak 3 orang perwakilan warga ketemuan di warung kopi, kayaknya makin aneh saja Lurah kita ini. Sudah tahu Ini masalah serius, ini malah ngajak ketemuan di warung kopi, Maksudnya apa, Apa mau memecah belah kami?," kata warga lagi.

Baca juga : SK Panitia Pemilihan RT Dibatalkan, Warga Geruduk Kantor Lurah Patam Lestari

Ketidakhadiran Lurah ini ternyata bukan hanya dirasakan oleh warga Mentarao saja, petugas Babinkamtibnas wilayah Kelurahan Patam Lestari dari Polsek Sekupang yang ikut menjaga sejak pukul 19 : 30 Wib, ternyata juga mengalami rasa kekecewaan yang sama.

Bahkan setelah mengetahui Lurah tak akan hadir, ditambah lagi menerima laporan tugas baru, polisi itu pun akhirnya pergi meninggalkan kerumunan warga.

Pantuan media ini, mulai jam 20:00 Wib hingga jam 23:00 Wib, sebanyak 31 orang warga Mentarao dengan polos dan lugunya, tampak setia menunggu kedatangan Lurah Patam tersebut.

"Ngerih kalilah Lurah kita ini, dia yang janji usulkan buat pertemuan dengan warga, tapi malah dia pula yang tidak hadir. Capek-capek kita undang warga ngumpul di sini, tapi begini jadi. Ayo pulanglah kita, ini sudah larut malam, besok mau kerja," kata warga lagi.

Sebelum membubarkan diri, kepada media ini salah satu dari warga juga menuturkan, tidak terima dengan hal ini. Ketidakhadiran Lurah tersebut baginya adalah sebagai penghinaan.

"Oh kalau ini enggak bisa dibiarkan, ini namanya penghinaan, sudah tidak menghargai warga lagi. Ucapannya jelas tadi sore mengatakan ingin bertemu warga agar ada solusinya, tapi ini malah ngajak 3 orang perwakilan untuk ngopi. Maksudnya apa coba, jangan-jangan ada apa-apanya nih dengan RT yang lama?," ujar Simatupang.

Ketika ditanya apa langkah yang akan warga lakukan selanjutnya, jawabnya akan meneruskannya ketingkat yang lebih tinggi.

"Oh ya.. jelas dalam hal ini kami tidak akan tinggal diam, bila perlu kami akan melanjutkannya ke Walikota Batam dan akan membuat laporan juga ke polisi. Kesannya ada yang aneh di sini. SK panitia pemilihan RT sebelumnya telah dibatalkan tampa ada sebab dan pemberitahuan, alasannya warga kisruh, warga yang mana kisruh? Sepengetahuan kami sampai saat ini tidak ada yang kisruh," kata dia.

Lanjutnya menjelaskan,"Warga hanya meminta agar hasil pemilihan RT sebelumnya itu dapat dibatalkan oleh Lurah karena selain melanggar aturan Perwako No.24 tahun 2017, pemilihan itu juga dilakukan dengan cara mendadak karena diundanganya yang bagikan ke warga disebut hanya untuk pembentukan Panitia bukan untuk pemilihan RT, tapi mereka malah melanjutkannya ke pemilihan RT. Parahnya lagi, dari 60 KK yang ada  RT 03 ini, hanya 29 KK yang hadir saat itu. Alhasul RT lama yang jadi penenang dengan mearih 18 suara, sedangkan saingannya mendapat 11 suara. Pemilihan itu juga tidak ada dasarnya sebab panitia yang terpilih saat itu, juga belum mengantongi SK dari Lurah. Pokoknya mendadaklah. Saya pun tidak mengerti apa tujuaan pemilihan itu RT dilakukan mendadak,"

Ketika ditanya apa harapannya mengenai kejadian tersebut, mewakili warga, dengan tegas Simatupang mengatakan baiknya Lurah itu dapat segera digantikan Walikota Batam, sebab sudah membohongi masyarakat.

" Ya kalau bisa, Walikota dapat segera menggantikannyalah, percuma saja karena bagaimanapun masyarakat sudah tidak mempercayainya lagi, buktinya ini, kami dibohohongi." tutupnya (Ril)