Tuesday, 3 October 2017

Cetak Kavling di Kabil Terus Terjadi, 15 Hektar Lokasi Hutan Lindung Digunduli



Batam, Dinamika Kepri - Sebelumnya saat melakukan acara jelang tahun baru 2017 di Wisma BP Batam di Sekupang, tepat pada hari Sabtu tanggal 31 Desember 2016, Ketua BP Batam, Hatanto Reksodiputro telah menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengizinkan lahan manapun dibuat menjadi relokasi penggusuran (Kavling) alasannya karena lahan di Batam sudah sangat terbatas.

Itu katanya, namun beda dengan kenyataannya. Ada kesan lain dibibir lain di hati. Lain yang terucap lain pula yang terjadi. Bagaimana tidak, sampai saat ini pembuatan cetak lahan kavling tampa adanya penggusuran, masih terus terjadi, seperti yang terjadi kawasan hutan lindung Bumi Perkemahan Kabil, Batam, Selasa (3/10/2017).

Bahkan tidak tanggung-tanggung, luas lahan untuk pembuatan kavling di kawasan hutan tersebut mencapai luas 15 Hektar.

Dan bukan itu saja, setelah 15 hektar itu selesai di cetak jadi kavling, pihak yang mengerjakan katanya akan kembali membuka lahan seluas 40 hektar lagi.

" Oh.. lokasi ini mau dibuat kavling pak, sementara ini yang dikerjakan masih seluas 15 hektar. Rencananya kalau ini sudah selesai, pengelola akan membuka 40 hektar lagi," kata seorang penjaga di lokasi.


Kendati rezim pemimpin BP Batam sudah berganti, ternyata itu tidak mengubah apapun, karena pembuatan kavling masih saja terus terjadi.

Bisnis kavling di Batam prospeknya memang sangat menjanjikan, didukung karena pertumbuhan penduduk di Batam terus meningkat.

Rinciannya, untuk 1 Hektar lahan biasanya bisa mendapatkan 120 petak kavling dengan ukuran perkavling 6 X 10 M (60 meter persegi). Biasanya 1 kavling dihargai Rp 12 juta.

Beda lagi jika posisi kavling di posisi pinggir (Hook) tentu harganya bisa naik selisih Rp 2 juta dari harga standart tergantung dari ukuran kelebihan tanah.

Pantuan media ini dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, aktivitas pembuatan kavling lebih marak terjadi di kelurahan Senjulung Kabil.

Untuk saat ini, dari beberapa titik, terhitung sudah ribuan petak kavling terjual dengan pengelola yang berbeda- beda.

Aneh bin nyata, tidak ada penggusuran namun kavling terus di cetak, padahal lokasi yang dimaksud tersebut kata warga sekitar adalah kawasan hutan lindung.(Red)