Saturday, 16 September 2017

RDP Soal Pohon Tewaskan 2 Remaja di Seraya Atas, BP dan Pemko Saling Lempar Tanggung Jawab

 
{[["☆","★"]]}

Batam, Dinamika Kepri –  Pertemuan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan Komisi I DPRD Batam dengan Ikatan Keluarga Besar Sumatera Selatan (IKBSS) Batam, Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperakimtan) Pemko Batam, Keluarga korban, Sekcam dan Lurah Bengkong, beserta BP Batam untuk membahas instasi mana yang akan bertanggung jawab atas tewasnya 2 remaja tertimpa pohon di Seraya Atas pada hari Rabu 9 Agustus 2017 yang lalu, sampai RDP selesai dilakukan tidak ada hasilnya.

RPD berlangsung cukup lama namun tidak ada hasil, pasalnya antara Disperakimtan dan BP Batam, saling melemparkan tanggung jawabnya masing-masing.

Melihat tidak ada yang mau merasa bertanggung jawab atas peristiwa itu, sebelum menutup pertemuan, Ketua Komisi I DPRD Batam, Budi Mardianto mengatakan selanjutnya  pihaknya akan menjadwalkannya RDP kembali.

“Jika saat ini belum ada hasilnya, berarti rapat ini akan dijadwalkan kembali. Namun sebelum itu dilakukan,  kami (komisi I=red) akan membahasnya dulu secara internal,” kata Budi Mardianto, Jumat (15/9/2017) kepada seluruh yang hadir.

Pantuan media ini saat RDP berlangsung, pihak antara Disperakimtan dan BP Batam saling melemparkan tanggung jawabnya masing-masing. Selain melemparkan tanggung jawabnya, dalam RDP, Kabid Disperakimtan Batam, Irwan Saputra juga tidak fokus  menjawab pertanyaan dari keluarga korban.

Ditanya A dijawab  Z. Jawaban Kabid Disperakimtan Kota Batam, Irwan Saputra malah mutar-mutar tidak tentu arah sehingga membingungkan pihak keluarga maupun semua yang hadir saat itu, kesannya seperti ingin membodohi.

Padahal jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan oleh pihak keluarga korban maupun pertanyaan dari ketua rapat serta anggota komisi I saat itu kepadanya, sangatlah singkat, yakni hanya tinggal menjawab antara ya dan tidak, namun jawaban yang diberikan Irwan Saputra malah panjang kali lebar tidak tentu arah.

Sama halnya dari jawaban dari Pihak BP Batam juga memberikan jawaban yang tidak jelas. Bukannya menjawab sesuai pertanyaan, perwakilan BP Batam tersebut malah mengeluarkan ilmu cakap-cakapnya dengan membahas tentang Jakarta, Jalan nasional, APBN, Permohonan anggaran, Bidang kerja, dan Kewenangannya.

Mendengar jawaban yang tidak jelas dan tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan itu, akibatnya hingga membuat keluarga korban kebingungan.

“Kedatangan kami kemari ingin mengetahui siapa yang bertanggung jawab dengan pohon itu, apakah pemko Batam Batam atau BP Batam, itu saja yang perlu di jawab, kami bukan mau menuntut  yang lalin-lain. Saya ini orang awam, lagian saya juga tak ngerti apa yang anda katakan dari tadi, bingung saya. Kalian ini juga memang tidak punya rasa kemanusiaan, dari tadi kuperhatikan kalian satupun tidak ada mengatakan rasa turut berduka cita,” kata salah satu dari pihak keluarga korban.
  
Selain itu, anggota komisi I, H. Fauzan yang hadir pada RDP itu, juga menduga Disperakimtan Pemko Batam dengan BP Batam ada main dalam penggunaan anggaran perawatan pohon di Kota Batam.

Usai RDP dilakukan, kepada media ini keluarga korban mengatakan katanya bukan ingin menuntut apapun, cuma hanya ingin diperhatikan oleh yang bertanggung jawab.

"Kita bukannya nak ingin menuntut apapun. Cuma kita sebagai keluarga korban, ya.. mohonlah diperhatikan. Tapi ini tidak, sedikitpun kita tidak pernah dihiraukan oleh mereka. Mereka seperti merasa tidak bersalah, padahal korban meninggal akibat kelalaian kerja mereka. Sedih juga melihat mereka tadi, satupun dari mereka tida ada yang mengucapkan turut berduka cita, seperti tidak memiliki rasa kemanusian," katanya.(Ag)