Monday, 25 September 2017

PT. Adira Finance Cabang Batam, PHK 22 Orang Karyawannya Tampa Pemberitahuan

 

Batam, Dinamika Kepri - Sebanyak 22 orang Mantan Karyawan PT. Adira Finance Cabang Batam saat ini mengeluhkan nasibnya setelah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Senin (25/9/2017).

Kepada media, mantan karyawan Adira tersebut mengeluhkan, lantaran PHK yang dilakukan perusahaan terhadap mereka, dilakukan dengan cara sepihak tampa ada pemberitahuan sebelumnya.

“Keputusan perusahaan hanya sepihak, kami di PHK tampa ada informasi sebelumnya. Bahkan hak pesangon kami juga akan dibayar secara sukarela,” kata salah satu mantan karyawan (Narasumber=) yang tidak mau namanya disebutkan.

Selain itu narasumber juga mengakui kalau ia telah bekerja selama 5 tahun di perusahaan leasing tersebut, namun management Adira hanya memberikannya pesangon senilai Rp 4 juta.

Selain itu 2 orang rekannya yang sudah bekerja selama 7 tahun diberikan pesangon hanya Rp 6,8  juta saja.

Dan yang paling mirisnya lagi, bagi mantan pekerja yang cuma mengabdi 7 bulan, hanya diberikan uang pesangon Rp 89 ribu saja.

Kata dia lagi, adapun alasan perusahaan untuk menghentikan mereka dari pekerjaannya yakni dengan menggunakan tuduhan mereka melakukan penggelapan barang perusahaan dengan mengambil alih kendaraan kredit macet yang dibayarkan konsumen, dengan alasan tanpa adanya surat peringatan l, ll dan lll.

"Kami dituduh melakukan penggelapan barang. Padahal apa yang dituduhkan tidak benar karena kami bekerja sesuai aturan." ujarnya.

Namun meski tidak puas dengan keputusan perusahaan itu, mereka mengaku akan menerima keputusan tersebut.

”Kita terima sajalah, soalnya kalau mau digugat pun,  kita juga gak ngerti, habis waktu karena prosesnya juga akan berbelit-belit.” tandasnya.

Terkait hal ini, ketika pihak manajemen PT. Adira Finance dikonfirmasi ternyata belum bisa memberikan tanggapannya. Melalui pesan via WhatsApp, Suryadi, Human Resources Departemen dari PT. Adira Finance tersebut mengatakan belum bisa menjawab karena saat ini masih sedang berada di Pekanbaru.(Ril)