Monday, 11 September 2017

Penyeludup Benih Lobster ke Singapura ditangkap Polisi

 
{[["☆","★"]]}

Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian di dampingi Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki menunjukan barang bukti kepada media.
Batam, Dinamika Kepri - Seorang pria WNI beranisial KL berhasil ditangkap oleh polisi KKP Pelabuhan Sekupang karena terbukti telah berusaha melakukan penyeludupan kurang lebih 3500 ekor benih udang lobster ke Singapura.

KL ditangkap polisi di pelabuhan internasional Sekupang pada hari Senin tanggal 11 September 2017 sekitar pukul 05.45 Wib lengkap dengan barang buktinya berupa ribuan benih udang Lobster, demikian terang Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian saat melakukan konfrensi Pers tentang Tindak Pidana Tentang Perikanan di Kantor Polsek KKP Sekupang, Batam, Senin (11/9/2017) siang.

" Sebelum penangkapan pelaku dilakukan, Kapos pelabuhan international sekupang Aiptu Fenny Aryanto saat melaksanakan patroli rutinya di seputaran pelabuhan international Sekupang, merasa curiga dan melakukan pemeriksaan terhadap 1 koper berwarna biru dongker yang sudah melewati konter bagasi yang akan di bawa ke negara Singapura." kata Kapolda.

Lanjut Kapolda, karena merasa curiga, lalu Aiptu Denny membuka koper dengan keadaan tidak digembok, setelah Aiptu Denny membuka kancing koper itu, hasil kecurigaannya terbukti dengan menemukan 19 bungkus plastik oksigen yang berisikan sekitar 3500 ekor benih lobster.

Dengan hasil temuan itu, selanjutnya Aiptu Denny mencari pemilik koper tersebut, tak lama kemudian pemiliknya pun ditemukan, lalu Aiptu Denny mengamankan KL dengan barang bukti ke Polsek KKP guna pengusutan lebih lanjut.
   
Sedangkan barang bukti yang diamankan polisi dari tersangka yakni 1 buah koper merk travel time berwarna biru dongker, 19 kantong plastik oksigen yang berisikan benih lobster dengan jumlah sekitar 3500 ekor, 1 buah paspor milik tersangka, 1 lembar boarding pass sindo ferry, 1 buah Hp merk samsung dan 1 unit mobil.

Rincian harga dan jenis bibit lobster yang diamankan tersebut yakni terdiri dari 2000 jenis Lobster mutiara dengan harga pasaran perekor seharga Rp 100 ribu dan 1500 Lobster jenis pasir dengan harga perekor seharga Rp.40 ribu. Maka jika ditotalkan aksi KL telah merugikan negara sebesar Rp 260 juta.

Atas perbuatannya, Kata Kapolda Kepri pelaku tersebut akan dikenakan Pasal 88 UU RI No 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 2004 tentang perikanan juncto permen kelautan dan perikanan nomor 56 / permen- kp/ 2016 tentang larangan penangkapan dan/ atau pengeluaran lobster, kepiting dan ranjungan dari wilayah negara republik indonesia.(Ril)