Thursday, 7 September 2017

Akibat Mosi Tak Percaya, BC Batam di Demo LSM BPKPPD Kepri

 
{[["☆","★"]]}

Edi Susilo saat berorasi di depan Kantor BC Batam.
Batam, Dinamika Kepri -  Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam di serbu puluhan orang pendemo yang tergabung dalam LSM Badan Pemantau Kebijakan Pendapatan Pembangunan (BPKPPD) Kepri,  Rabu (7/9/2017) pagi.

Aksi demo ini terjadi diduga karena adanya mosi tidak percaya dari Ketua LSM BPKPPD Kepri Edi Susilo terhadap kinerja BC Batam.

Saat orasi, Edi Susilo mengatakan selama pantuannya, Bea Cukai Batam terindikasi ada kejanggalan saat mengambil kebijakan dalam menangani kasus-kasus penyelundupan barang-barang ilegal seperti kasus barang elektronik dan penyeludupan rokok tanpa cukai keluar daerah.

"Selama saya pantau, ada indikasi Bea cukai Batam telah melakukan kesalahan dalam mengambil kebijakannya, sebab tidak berani tegas untuk menangkap para mafia elektronik dan mafia roko yang di Batam. Selain itu dalam menangani semua kasus-kasus penyelundupan yang sudah tertangkap, ada dugaan indikasi main mata dengan mafia-mafia penyelundup tersebut, sehingga aksi penyeludupan di Batam dapat terus terjadi," kata Edi saat orasinya.

Pantauan media, dalam demo ini juga sempat terjadi aksi dorong pagar dan membakar sepanduk di depan kantor Bea Cukai Batam.

Pendemo juga meminta agar pelaku dan pemilik puluhan ribuan  HP yang baru tertangkap oleh BC Balai dari Karimun di perairan Bintan dapat segera ditangkap.

"Kami LSM BPKPPD Kepri meminta BC Batam agar segera menangkap pelaku dan pemilik puluhan ribu HP selundupan yang diduga milik pengusaha AH dari Batam yang sebelumnya ditangkap BC Karimun. Kami juga minta tangkap dan penjarakan mafia rokok di Batam karena sudah sangat merugikan negara. Dan itu terbukti, karena berbagai merk rokok non cukai yang di selundupkan keluar Batam banyak yang sudah tertangkap seperti di Kuala Tungkal dan lain-lainnya. Selain itu bongkar mafia penyelundup minuman keras oplosan di Batam milik pengusaha dari Karimun," teriak Edi.

Selain itu, dalam orasinya LSM ini juga menyinggung tentang penangkapan 3 kontainer dari Cina berisi pakaian bekas yang sebelumnya ditangkap oleh polsek Batam Kota.

Menurut mereka lagi, Dirjen Bea Cukai Batam juga kurang sigap dan seakan menutup mata terkait modus-modus aksi penyelundupan yang terjadi Batam.

Tak luput juga, massa juga menyatakan keprihatinannya atas kinerja Bea Cukai Batam yang profesional setelah melihat banyak barang-barang yang masuk dan keluar ke Batam secara ilegal.

Parahnya lagi, pendemo juga menduga oknum BC Batam telah main mata dengan para penyelundup barang elektronik dan penyelundup rokok non cukai yang bergentayangan di Batam.(Ril)