Saturday, 9 September 2017

Mendagri : Taruna Akpol Harus Punya Cita-cita Jadi Kapolri

 
{[["☆","★"]]}

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.
Semarang, Dinamika Kepri - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberikan kuliah umum kepada ratusan Taruna Akademi Kepolisian (AKPOL) di Semarang. Dalam arahannya, ia meminta agar seluruh taruna berani bercita-cita menjadi pejabat tinggi kepolisian, semisal Kapolri.

“Begtu kalian masuk di AKPOL, harus berani punya imajinasi dan impian. Saya masuk AKPOL harus jadi Kapolri (Kepala Kepolisian RI). Ini akan jadi semangat bagi kalian. Dengan begitu, kalian berani melangkah dan bertindak,” kata Mendagri Tjahjo di Kampus AKPOL, Sabtu (9/9).

Mendagri mengingatkan, seperti kata Presiden RI pertama Soekarno, setiap manusia harus punya imajinasi dan mimpi, dengan itu akan tumbuh konsepsi sehingga muncul keberanian untuk melangkah dan bertindak melakukan perubahan-perubahan.

Kemudian, para Taruna Akpol ini juga diminta memiliki kesabaran dan progresif revolusioner. Artinya, untuk mencapai cita-cita tersebut perlu proses. Namun, saat dibutuhkan mereka harus berani menentukan sikapnya. Ini hal yang harus mereka tanamkan.

“Misal, gubernur IPDN Ermaya, sebelumnya, dia adalah Gubernur Lemhanas. Dulunya, hanya mantri Polisi, kemudian menjadi jajaran di SKPD Papua. Semua mulai dari bawah, merangkak. Begitu juga Wagub Jateng yang mulai dari camat. Perlu kesabaran, tapi perlu progresif,” ujar dia.

Taruna Akpol, Mendagri juga minta harus siap ditempatkan di seluruh pelosok negeri ini. Ketika mulai bertugas nantinya menjabat sebagai Kapolsek, maka mereka harus bisa membangun komunikasi serta kordinasi dengan jajaran lain seperti TNI dan pemerintah daerah (Pemda).

“Itu belum cukup. Di sana ada juga pengadilan, kejaksaan dan DPRD. Lalu libatkan juga para tokoh agama, tokoh masyarakat dan daerah. Ini penting kordinasi untuk mencermati kondisi seperti radikalisme/terorisme, narkoba dan korupsi, serta ketimpangan sosial,” tambah dia.


Sumber : Puspen Kemendagri