Saturday, 30 September 2017

Hari Kesaktian Pancasila, Setneg : Besok 1 Oktober, Pengibaran Bendera Satu Tiang Penuh


Jakarta, Dinamika Kepri - Kementerian Sekretariat Negara merujuk surat Nomor B.908/M.Sesneg/Set/TU.00.04/09/2017, tanggal 25 September 2017 lalu perihal Penyelenggaraan Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017, memberikan klarifikasi bahwa pengibaran bendera setengah tiang dilakukan sehari pada tanggal 30 September 2017 dan esok harinya 1 Oktober 2017 pengibaran bendera penuh selama satu hari.

“Terdapat informasi yang beredar di media sosial yang mengharapkan seluruh lapisan masyarakat agar memasang bendera merah putih SATU TIANG PENUH selama 2 hari dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 2 Oktober 2017, perlu kami tegaskan bahwa informasi tersebut adalah TIDAK BENAR,” demikian bunyi klarifikasi Kemensetneg, Sabtu (30/9/2017) di Jakarta.

Informasi yang benar adalah, pengibaran Bendera Merah Putih SETENGAH TIANG selama 1 HARI, pada tanggal 30 September 2017, dan Pengibaran Bendera Merah Putih SATU TIANG PENUH hanya 1 HARI, pada tanggal 1 Oktober mulai pukul 6.00 WIB.

Surat Kemensetneg sendiri ditujukan kepada pimpinan Lembaga Negara dan instansi Pemerintah, baik di Pusat, di daerah maupun di luar negeri, dilampiri PEDOMAN PENYELENGGARAAN UPACARA PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA TAHUN 2017 yang bertemakan “Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur”.

Dalam pedoman tersebut disebutkan ketentuan-ketentuan penyelenggaraan di pusat secara mutatis-muntadis berlaku untuk penyelenggaraan di Kementerian-Kementerian, Lembaga Tinggi Negara, Kejaksaan Agung, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, serta Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri, terutama untuk urutan acara pokok yang ditentukan sebagai berikut :

  1. Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara, dipimpin oleh Komandan Upacara
  2. Laporan Komandan Upacara, upacara siap
  3. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara
  4. Pembacaan Teks Pancasila
  5. Pembacaan Naskah Pembukaan Undang-undang Dasar 1945
  6. Pembacaan Naskah Ikrar
  7. Pembacaan Naskah Doa
  8. Andhika Bayangkari
  9. Laporan Komandan Upacara, upacara selesai
  10. Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara, dan kemudian
  11. Upacara selesai.

Pimpinan pelaksanaan penyelenggaraan diserahkan kepada pimpinan Kementerian, Lembaga Tinggi Negara, Kejaksanaan Agung, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Bank Indonesia dan atau pejabat yang ditunjuk berdasarkan edaran Menteri Negara/Sekretaris Negara.

Ketentuan-ketentuan penyelenggaraan di pusat secara mutatis-muntandis berlaku untuk penyelenggaraan di kampus dan sekolah-sekolah, dengan pimpinan pelaksanaan penyelenggaraan diserahkan kepada Kepala Sekolah, atau Rektor berdasarkan Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (Ril/setneg)



Source : telusur.co.id