Friday, 15 September 2017

Gubernur Kepri Akhirnya Setujui Kenaikan Tarif Listrik Kota Batam

 
{[["☆","★"]]}

Batam, Dinamika Kepri - Sesuai hasil dari rapat tertutup dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) di Graha Kepri siang tadi, Gubernur Kepri Nurdin Basirun akhirnya menyetujui kenaikan tarif listrik  bright PLN Batam 15 persen lagi dan kenaikan totalnya menjadi 30 persen, Jumat (15/9/2017).

Rapat tersebut dihadiri oleh Gubernur Kepri, Walikota Batam, Kapolda Kepri, dan anggota FKPD lainnya.

Alasan Gubernur Kepri kembali menyetujui kenaikan tarif listrik tersebut karena bright PLN Batam saat ini telah mengalami kerugian yang signifikan dalam melakukan operasionalnya hingga berimbas pada pemadaman listrik bergilir.

Kenaikan tarif listrik ini akan mulai berlaku pada pemakaian dari bulan September 2017 ini, atau akan ditagih di bulan Oktober.

"Pemakaian listrik untuk bulan September ini akan naik 15%. Sedangkan bulan Desember akan kembali naik sebesar 15%, itu adalah hasil kesepakatan,” kata Gubernur Kepri, Nurdin Basirun kepada media.

Selain itu kepada bright PLN Batam, Gubernur Kepri berharap agar tidak ada lagi pemadaman listrik dan bisa lebih maksimal dalam melakukan pelayanananya.

Sementara itu Direktur Utama bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura mengaku bahwa selama di tahun 2017 PLN Batam, telah mengalami kerugian mencapai Rp 40 milliar.

Dengan kenaikan ini, Dadan juga berjanji akan memastikan pihaknya tidak akan lagi melakukan pemadaman bergilir serta akan meningkatkan pelayanan yang lebih maksimal lagi.

" Dengan kenaikan ini tentunya bright PLN Batam akan memaksimalkan pelayanan, selain itu saya juga akan memastikan tidak ada lagi pemadaman listrik secara bergilir kecuali ada faktor alam." ucap Dadan Kurniadipura.(Ril)