Tuesday, 5 September 2017

Aman,S.Pd : Setahu Saya Satu Perda Itu Biayanya Kurang Lebih Rp 200 Juta

 
{[["☆","★"]]}

Anggota DPRD Kota Batam, Aman, S.Pd.
Batam, Dinamika Kepri - Mantan Ketua Pansus Rancangan Peraturan Dearah (Ranperda) tentang pembinaan dan pengawasan produk jaminan halal dan higienis Kota Batam, Aman,S.Pd dari anggota Komisi IV DPRD Kota Batam mengatakan bahwa untuk pembuatan satu Peraturan Daerah (Perda) di Batam kata dia biayanya menghabiskan kisaran anggaran kurang lebih dari Rp 200 juta.

" Kalau mengenai biaya untuk pembuatan Perda Pengawasan Produk Jaminan Halal dan Higienis itu, yang saya ketahui sampai saat ini, itu anggarannya kurang lebih Rp 200 Juta. Tetapi saya hanya mengetahuinya sebab bukan DPRD yang memegang anggarannya karena yang punya anggaran adalah Pemko atau Organisasi Perangkat Daerah  (OPD) terkait. Kalau di DPRD ini Setwanlah sebagai OPD Pemerintahnya, dan anggarannya juga direncanakan PPTK Setwan," kata Aman, Kamis (31/8/2017) yang lalu.

"Jadi tidak benar satu Perda itu akan menghabiskan biaya sampai miliaran rupiah seperti apa yang diasumsikan. Logikanya saja, jika biayanya sampai segitu, tentu pemerintah kita akan mengalami defisit anggaran. Jadi tidak benar kalau satu Perda itu sampai menghabiskan biaya miliaran rupiah," ucapnya memastikan,

Tanggal 24 Agustus 2017 yang lalu dalam rapat paripurna DPRD Kota Batam ke-10, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pembinaan dan pengawasan produk halal dan higienis, telah disetujui untuk disahkan menjadi Perda.

Terkait telah disahkannya Perda tersebut, Aman berharap kata dia agar masyarakat Batam yang membeli produk pangan bisa selalu mendapatkan jaminan higienistasnya.

" Tentunya agar kebutuhan produk pangan masyarakat di Batam terjamin halal dan kehigienisannya, karena selama ini produk bahan makanan yang akan dikonsumsi rentan dengan mengkonsumsi produk makanan dan minuman atau menggunakan produk yang kurang jelas kehalalan (Subhat) dan kurang terjamin higienitasnya." kata Aman lagi.

Selain itu, dengan adanya Perda tersebut kata dia mengakhiri, juga akan dapat menggairahkan kunjungan wisata ke Batam.(Ag)