Saturday, 5 August 2017

Soal tuntutan nelayan Pulau Panjang, Awang Herman : Hak mereka selalu diberikan

 
{[["☆","★"]]}

Ilustrasi.
Batam, Dinamika Kepri - Menjawab adanya tuntutan masyarakat nelayan Palau Panjang, Galang Batam yang menyebutkan sampai saat ini belum pernah menerima uang konpensasi dari aktivitas labuh jangkar (Lay-up) kapal diperairan laut Rempang, Galang dan sekitarnya, ketika dikonfirmasi oleh awak media ini, Bos PT Setokok Mandiri, Awang Herman yang ikut menandatangani kesepakatan kerjasama antara masyarakat nelayan dengan perusahaan Lay-up PT.Bias Delta Pratama tersebut pada tahun 2009 mengatakan, itu tidak benar.

"Itu tidak benar, masyarakat mana yang belum dapat itu, jangan suka buat- buat isu yang tidak jelaslah. Hak mereka selalu diberikan, memang selama 1 tahun pernah tidak diberikan, tapi itu bukan salahnya di saya, memang perusahaannya yang tidak memberikannya.Kalau adakan dikasih, jadi kalau tidak ada, lantas apa yang harus saya berikan? karena alasan perusahaan saat itu katanya lagi down," ujar Awang, Rabu (2/8/2018) siang, dikantornya di Batam Center.

Kepada media sebelumnya, masyarakat nelayan Palau Panjang,Galang mengatakan bahwa sejak dari tahun 2009 sejak terjadinya kesepakatan antara perusahaan Lay-up dengan masyarakat, sampai ini di tahun 2017 sama sekali belum pernah  menerima konpensasi itu, padahal kesepakatan itu sudah berjalan 8 Tahun.

Didalam nota kesepakan bersama yang ditandatangani pada tanggal 22 Mei 2009 antara masyarakat nelayan melalui perangkat desa dengan perusahaan Lay-up PT.Bias Delta Pratama, disepakati bahwa melalui DPC- HNSI Batam, pihak perusahaan akan mendistribusikan Rp 5 juta perkapal dan memberikan tambahan sebesar Rp 500 ribu perbulan dari setiap perkapalnya.

Namun tidak serta merta semuanya menerima, pasalnya dalam perjanjian ada poin yang menyebutkan bahwa dapat menerimanya itu hanya masyarakat nelayan yang terkena dampak langsung dari aktivitas labuh jangkar tersebut, sebab jumlah populasi warga disana kurang lebih mencapai  700 jiwa penduduk.

Menanggapi hal tersebut, kepada media ini, Direktur Oprasional PT.Bias Delta Pratama, Jauhari mengatakan, kalau pihaknya selalu memberikan konpensasi itu.

"Saya masih baru di perusahaan ini, tetapi setahu saya pihak perusahaan ini selalu memberikan itu," kata dia kepada media ini, Jumat (28/7/2017) lalu saat diruang kerjanya.

Selain itu, Jauhari juga mengatakan bahwa kesepakatan itu juga sudah dirubah tetapi saat ini belum diketahui masyarakat nelayan. Adapun alasan perubahan itu dilakukan katanya karena melihat kondisi down saat ini.

Katanya lagi, kesepakatan sebelumnya itu dinilai sangat memberatkan, sedangkan kapal-kapal yang tengah labuh jangkar saat ini, itu kapal lama, bahkan sebagian kapal itu juga ada yang tidak pernah membayar labuh jangkarnya.(Ag)

Editor : Agus Budi T