Friday, 25 August 2017

Soal Perda Halal, Aman,S.Pd : Saya tidak tahu berapa biayanya

 
{[["☆","★"]]}

Anggota komisi IV  DPRD Kota Batam, Aman,S.Pd.
Batam, Dinamika Kepri - Peraturan Daerah (Perda) Pembinaan dan Pengawasan Produk halal dan Higienis telah disahkan oleh Walikota Batam H.Muhammad Rudi SE pada tanggal 24 Agustus 2017 di Rapat Paripurna ke-10 masa persidangan III Tahun 2017 dan akan mulai diberlakukan pada tahun 2018.

Maka dengan disahkannya Perda ini, asumsi sebagain masyarakat mengatakan katanya selain kerja DPRD Batam melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) keluar daerah, katanya kerja DPRD Batam juga sangat gemar membuat Perda dengan dugaan hanya untuk menghabiskan penghasilan anggara dearah (PAD) kota Batam.

"Tiap tahun DPRD Batam ini selalu melahirkan Perda-perda baru, apakah fungsinya memang hanya untuk itu. Terkesan hanya untuk habiskan anggaran saja, apakah tidak ada program lain, contohnya menciptakan program-program bagaimana untuk mensejahterahkan masyarakat, harapannya kalau bisa jangan asyik nak buat perda-perda sajalah, tetapi diperhatikan apa kesulitan masyarakat saat ini, ekonomi lagi sulit, ini malah buat-buat Perda," kata seorang warga Batam yang tidak mau menyebutkan namanya, Jumat (25/8/2017).

Menindaklanjuti tentang berapa biaya yang telah dihabiskan oleh DPRD kota Batam untuk menciptakan Perda ini, Anggota komisi IV  DPRD Kota Batam Aman.S.Pd yang sebelumnya mendapat amanah menjabat sebagai ketua Pansus Rancangan peraturan Daerah (Ranperda) Pembinaan dan Pengawasan Produk halal dan Higienis kota Batam tersebut, ketika diconfirmasi awak media berapa biayanya, Aman menjawab, tidak mengetahuinya.

" Waduh..kalau soal biaya itu, saya tidak tahu mas, karena seluruh biaya di manage oleh Setwan," Jawab Aman.S.Pd, singkat.

Jika di simak-simak tentu sangat ironis juga jika seorang ketua Pansus Ranperda sendiri tidak megetahui berapa jumlah biaya yang dihabiskan untuk Perda Pembinaan dan Pengawasan Produk halal dan Higienis yang telah disahkan tersebut, terkesan aneh bin ajaib.(Ril)

Editor : Agus Budi T