Thursday, 31 August 2017

Soal Penimbunan Limbah B3 di TPA Punggur, Komisi III Panggil 4 Perusahaan

 
{[["☆","★"]]}


Saat PT.Musim Mas melakukan pembuangan dan penimbunan limbah di TPA Punggur.
Batam, Dinamika Kepri - Soal pembuangan dan penimbunan limbah B3 jenis Spent Bleaching Earth (SBE) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabil, Punggur, Batam pada tanggal 26 Juli 2017 lalu, tanggal 4 September 2017 mendatang tepatnya pada pukul 11 : 00 Wib, akan dihearingkan oleh komisi III DPRD Kota Batam.

Ternyata selain memanggil Pimpinan PT. Musim Mas, Komisi III juga memanggil 3 pimpinan perusahaan lainnya yakni pimpinan dari PT. Ecogreen Oleochemicals  PT.Techno Dua Indonesia dan PT. Synergy Oil Batam, demikian tertera di jadwal agenda kegiatan DPRD Kota Batam yang dirilis pada Kamis (31/8/2017) sore.

Selain memanggil 4 perusahaan, Komisi III juga memanggil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Ir.Dendi Purnomo, diduga untuk dimintai pertanggung jawabannya.

Namun sangat disayangkan, di jadwal kegiatan tersebut sebagai warga yang terkena dampak langsung, Komisi III tidak mengundang perwakilan dari masyarakat yang bermukim di area sekitar TPA.

Sebelumnya atau siang tadi, Kamis 31 Agustus 2017, Ketua Komisi III DPRD Kota Batam Nyanyang Haris Pratamura.SE.M.Si mengatakan kepada media, memastikan bahwa agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT.Musim Mas tersebut, pasti akan dilakukan sebab mengingat sudah begitu banyak keluhan yang masuk kepada mereka (Komisi III=red).

"Hearing pasti akan dilakukan, tetapi minggu depanlah, karena hari ini agenda sangat padat. Ya.. itu pasti kita hearingkan, lagi pun sudah banyak keluhan yang masuk kepada kita. Kita lihat saja nanti apa hasil hearingnya. Jika PT.Musim Mas terbukti melakukan kesalahan, tentu kita akan meminta pemerintah untuk mencabut izin operasi perusahaan," kata Nyanyang Haris sebelum menghadiri Rapat Paripurna.

Pantuan awak media ini sebelumnya saat di TPA Punggur, tampak hanya PT.Musim Mas yang melakukan pembuangan limbah di TPA tersebut, Namun dalam Hearing yang akan dilakukan Senin mendatang, Komisi III mengundang 4 perusahaan, kenapa bisa?, kesannya satu makan Nangka semua kena getahnya.

Saat ini lokasi pembuangan tersebut telah di Police Line oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), namun ketika pernah dikonfirmasi kepada Kepala DLH kota Batam, Dendi menjawab kalau limbah itu tidaklah berbahaya, sebab hanya limbah alat penyaring minyak kelapa sawit.(Ag)

Editor : Agus Budi T