Thursday, 10 August 2017

Soal isu alih fungsi hutan lindung di Patam Lestari, Humas BP Batam : Disitu tidak ada peruntukan industri

 
{[["☆","★"]]}

Batam, Dinamika Kepri - Kondisi Hutan Lindung di kawasan kelurahan Patam Lestari tepatnya Hutan di seberang jalan di depan pintu masuk perumahan Sireaon, Sekupang, Batam, saat ini tampak sudah dialih fungsikan diduga oleh orang atau oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mendirikan bangunan didalam kawasan hutan lindung, Kamis (10/8/2017).

Menurut warga sekitar kepada awak media mengatakan, bahwa wilayah tersebut nantinya akan dibangun kawasan industri sama halnya seperti kawasan industri Muka Kuning.

"Kalau yang saya dengar selama ini, lokasi itu katanya mau dibangun kawasan industri mirip Muka Kuning. Itu yang saya dengar. Bahkan setiap harinya saya juga sering melihat orang ramai masuk kedalam hutan dengan membawa alat material bangunan, penasaran juga ingin melihat ada apa didalam, tetapi saya tidak berani masuk," ucap salah seorang warga yang kebetulan melintas saat itu.

Mengenai benar tidaknya hutan lindung tersebut akan dialih fungsikan menjadi kawasan industri, ketika dikonfirmasi awak media ini, Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan di daerah Patam Lestari, tidak ada peruntukan lokasi industri.

"Kalau dari peruntukan lahan disitu tidak ada peruntukan industri," jawab Andi singkat.

Pantuan media ini dilokasi, pintu masuk kedalam sering tertutup. Tak jauh dari pintu masuk terlihat ada tumpukan batu bata, sedangkan di dalam kawasan juga terlihat ada bangunan pos jaga semi parmanen.

Selain itu, batas lokasi dari jalan raya juga terlihat sudah dipagari dengan menggunankan kawat berduri. Sedangkan pepohonan yang ada disekitar kawat duri tetap dibiarkan rimbun diduga agar tidak terlihat dari pandangan masyarakat umum.


Infonya simpang siur, selain disebutkan untuk membangun kawasan industri, warga yang lain mengatakan lokasi hutan lindung itu akan dijadikan tempat wisata hutan dan kolam pancing.

Penelusuran media ini, ternyata bukan ini saja, kawasan hutan dekat danau disekitar perumahan Shangrila Garden yang berada tepi jalan Ir. Sutami, Patam Lestari, saat ini juga telah dipagari.

Tak jauh dari situ, disebelahnya hutan lindung juga telah dialih fungsikan menjadi usaha wisata dan kolam pancing mirip seperti daerah wisata Mata Kucing.

Seperti yang kita diketahui, BP Batam adalah instansi pemberi kebijakan setiap lahan di kota Batam, namun terkesan tidak tegas dalam menjalankan tupoksinya.

Rumah liar digusur namun alih fungsi hutan lindung tetap terus berjalan, tidak ada penindakan bahkan lebih parahnya lagi,  hutan lindung dialih fungsikan seperti jaringan bisnis berantai oknum-oknum pejabatnya.

Hutan lindung dialih fungsikan jadi pemukiman penduduk dengan di Kavling-kavlingkan lalu dijuali via para kaki tangannya, faktanya seperti yang terjadi di daerah Hutan lindung, Kabil, dengan modus akan membangun gedung SMA namun malah lebih memprioritaskan petakan kavling-kavling untuk diperjual belikan.

Ada dugaan, pemamfaatan Hutan lindung di daerah Patam Lestari saat ini, telah dimainkan oleh para oknum pejabat BP Batam untuk mendapatkan keuntungan pribadinya dengan memberikan hak kepada kolega, kerabat dan kroni-kroninya untuk mengelolah.(Ag)

Editor : Agus Budi T