Tuesday, 15 August 2017

Soal Hotel Aston, Humas Pemko menjawab, Humas BP Batam 'Bungkam'

 
{[["☆","★"]]}

Hotel Aston.
Batam, Dinamika Kepri - Masih soal posisi pekarangan depan Hotel Aston Pelita, Batam, konon katanya dibangun diatas ROW jalan, ternyata sampai saat ini pembahasannya masih hangat dan serius, terus bergulir dikalangan masyarakat awam di Batam, apalagi setelah digusurnya beberapa kios yang ada di sebelahnya, tepatnya di depan Ruko pada waktu yang lalu oleh Pemko Batam.

Dan untuk memastikan benar atau tidaknya posisi pekarangan depan Hotel Aston ini telah dibangun diatas ROW jalan, kepada Direktur Promosi dan Humas BP Batam Purnomo Andiantono, awak media ini sudah pernah berkali-kali menanyakan kepadanya, namun sampai berita ini dimuat, Selasa (15/8/2017), Ia tidak menjawab alias Bungkam seribu bahasa, pasalnya pada konfirmasi perihal lain dari awak media ini, selalu dijawabnya, namun perihal yang satu ini, tidak dijawabnya.

Sepertinya masyarakat Batam sangat berang setelah melihat ada kesan tebang pilih dalam hal ini, kios-kios milik masyarakat ekonomi lemah, digusur habis oleh Pemko Batam dengan senang hati karena bangunan kios berdiri diatas ROW jalan, namun beda dengan pekarangan Hotel Aston yang nyata-nyata jelas terlihat dibangun diatas ROW jalan, tetapi malah dibiarkan oleh pemerintah.

Bukan rahasia lagi, dimana setiap kebijakan apapun yang dilakukan, pasti selalu tumpul ke atas tajam ke bawah. Seakan hukum dan kebijakan yang diterapkan itu punya mata, bisa melihat, seperti melihat penampakan, oh disini ada, disitu ada, disana tidak ada, begitu kata warga sekitar mengomentarinya.

Sebelumnya juga terkait hal tersebut, ketika dikonfirmasi awak media ini, Humas Pemko Batam Ardiwinata mengatakan bahwa posisi pekarangan depan Hotel Aston tersebut, sama sekali tidak mengenai ROW jalan.

"Itu sudah diukur pas dan tidak memakan Row jalan," ucap Ardi singkat melalui ponsel celularnya pada hari Sabtu 29 Juli 2017 yang lalu.

Menanggapi jawaban Ardi ini, warga mengatakan, " Jangan asal jawab saja, lihat dahulu kelapangan baru komentar, lihat dengan jelas. Jangan giliran masyarakat susah semangat menggusur, giliran orang kaya, hilang nyali. Harus adil." kata warga sekitar yang enggan menyebutkan namanya. (Ril)