Saturday, 12 August 2017

Eks Dir.Humas BP Batam yang gabung ke ISIS, Kembali ke Indonesia

 
{[["☆","★"]]}

Dwi Djoko Wiwoho.
Batam, Dinamika Kepri - Beredarnya kabar heboh di Media sosial yang menyebutkan bahwa Dwi Djoko Wiwoho mantan pejabat Dir. Humas BP Batam yang sebelumnya dikabarkan ikut telah bergabung dengan kelompok Isis di Syria Timur Tengah, ditanggapi pro kontra oleh Netizen.

Kini Ia telah kembali ke Indonesia bersama dengan 17 orang rekannya warga Indonesia lainnya. Informasi ini diketahui masyarakat Batam setelah maraknya pemberitahuan tersebut di group media sosial khususnya WasthApp (WA) di Batam, Sabtu (12/8/2017).

Kabarnya sebanyak 18 WNI eks ISIS dari Syria telah di deportasi ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan menggunakan Pesawat Qatar Airways QR.956.

Lebih jelasnya lagi, bahwa pada hari Sabtu tanggal 12 Agustus 2017 pukul 15.30 WIB 18 Orang WNI eks ISIS Telah tiba di Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta.

Lalu pada pukul 15.40 s.d 16.00 WIB, dilakukan penjemputan oleh Densus 88/Mabes Polri thd 18 WNI Eks ISIS melalui Apron Gate D3 Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta.

Sedangkan Nama-nama ke 18 WNI Eks ISIS tersebut antara lain:
 a. Laki-laki (Dewasa):
        1). Heru Kurnia
        2). Dwi Djoko Wiwoho
        3). Febri Ramdani
        4). Sulthan Zufar Kurniaputra
        5). Mohammad Raihan Rafisanjani

    b. Wanita:
        6). Fauzakatri Djohar Mastedja
        7). Sita Komala
        8). Ratna Nirmala
        9). Lasmiati
      10). Difansa Rachmani
      11). Intan Permanasari Putri
      12). Syarafina Nailah
      13). Nurshadrina Khairadhania
      14). Tarisha Aqqila Qanita

c. Anak-anak:
      15). Muhammad Habibi Abdullah
      16). Muhammad Ammar Abdurrahman
      17). Muhammad Saad Alhafs
      18). Mutsanna Khalid Ali

Setelah itu pada pukul 16.05 WIB, ke- 18 WNI tersebut selanjutnya dibawa menuju Mako Brimod Kelapa dua depok dgn 3 Mobil ELF Microbus Warna Silver dengan Pengawalan Polri keluar melalui Terminal Kargo Bendara Soekarno Hatta.

Kegiatan kedatangan deportasi 180 Warga Negara Indonesia (WNI) berjalan dengan tertib dan aman.(Ril)